Perbedaan Infeksi Virus dan Infeksi Bakteri yang Harus Kamu Ketahui

Sumber foto : Freepik

Infeksi virus dan bakteri memiliki gejala yang mirip, sehingga sulit untuk dikenali. Pada dasarnya, infeksi virus dan bakteri sangat berbeda. Pada beberapa penyakit seperti seperti diare, meningitis, dan pneumonia, sulit untuk dideteksi apakah terinfeksi virus atau bakteri. Oleh karena itu, dokter biasanya melakukan berbagai jenis tes untuk menentukan infeksi virus atau bakteri. Nah, simak artikel di bawah ini yuk tentang infeksi virus dan bakteri! 

1. Mengenai Infeksi Virus

3d render. conceptual of pandemic epidemic virus for medical health vaccine research. microscopic magnification of green corona virus, 2019-ncov outbreak forms like sars and mers can be lethal, Premium Photo

Sumber: Freepik

Virus adalah mikroba yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dari bakteri. Virus menempel pada dan berkembang biak pada sel atau jaringan hidup, sehingga virus bersifat parasit, karena tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari inangnya. Ketika virus masuk ke dalam tubuh, mereka akan menyerang sel-sel di tubuh inangnya, menguasai sel-sel tersebut, dan berkembang biak di dalam sel.

Virus cenderung merusak, membunuh, dan mengubah sel dalam tubuh. Selain itu, virus juga menyebabkan berbagai penyakit, seperti flu, herpes, cacar air, HIV/AIDS, hepatitis B dan C, dan ebola. Untuk mengobati infeksi virus, biasanya diperlukan obat antivirus. Namun, beberapa penyakit akibat infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga pengobatan diperlukan untuk mengobati gejala yang timbul. 

2. Mengenai Infeksi Bakteri

Micro bacterium and therapeutic bacteria organisms. Premium Vector

Sumber: Freepik

Bakteri adalah mikroorganisme yang dapat hidup di berbagai lingkungan, termasuk pada tubuh manusia. Bakteri tidak membutuhkan sel lain untuk hidup seperti virus. Oleh karena itu, proses diagnosis dan penanganan bakteri berbeda dengan virus. Tidak semua bakteri berbahaya, karena di dalam tubuh kita terdapat bakteri normal yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri jahat, melawan sel kanker, mencerna makanan, serta melawan mikroba lain.

Bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia disebut bakteri jahat atau bakteri patogen. Sebagian besar bakteri tidak menyebabkan penyakit. Hanya kurang dari 1 persen jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Infeksi bakteri patogen menyebabkan radang tenggorokan, tuberkulosis, dan infeksi saluran kemih. Pada dasarnya, pengobatan infeksi virus lebih sulit dilakukan karena ukuran virus yang sangat kecil dan virus bereproduksi dalam sel. 

3. Perbedaan Pengobatan Infeksi Virus dan Infeksi Bakteri

Tablets Free Photo

Sumber: Freepik

Pengobatan infeksi virus dan bakteri tentu saja berbeda. Pengobatan infeksi virus tergantung kepada jenis infeksi yang dialami pasien. Virus bisa menginfeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan, kulit, hati, dan sistem saraf. Pada kasus infeksi virus seperti flu, HIV/AIDS, dan herpes, dokter akan meresepkan obat antivirus. Obat antivirus hanya berfungsi untuk mencegah virus berkembang dan tidak membunuh virus itu sendiri.

Antibiotik tidak dapat mengobati infeksi virus. Kemudian untuk infeksi bakteri, biasanya ditangani dengan pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik memiliki dua fungsi, yaitu untuk membunuh bakteri atau memperlambat perkembangbiakannya. Jika kondisi sudah membaik, antibiotik pun tetap harus dihabiskan untuk menghindari terjadinya resisten antibiotik. Perlu diketahui bahwa penggunaan antibiotik harus berada di bawah pengawasan dokter agar tidak terjadi resisten terhadap antibiotik. 

4. Pencegahan Infeksi Virus dan Infeksi Bakteri

Close-up of a doctor's hand wearing blue gloves giving syringe on patient's arm Free Photo

Sumber: Freepik

Beberapa infeksi virus dapat dicegah dengan pemberian vaksin yang berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh seseorang. Vaksin diberikan pada usia tertentu, sebelum seseorang terinfeksi virus. Sejumlah infeksi virus dapat dicegah dengan pemberian vaksin, seperti polio, campak, hepatitis A, B, C, HIV, influenza, rabies, polio, dan sebagainya. Penggunaan vaksin sendiri sudah sangat terbukti untuk mengurangi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus.

Selain itu, sangat penting untuk menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk untuk menghindari penularan virus. Infeksi bakteri juga dapat dicegah dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan saat menyiapkan makanan, tidak berbagi barang-barang pribadi, serta melakukan hubungan seksual yang aman. Protokol pencegahan penyebaran bakteri juga berlaku untuk mencegah infeksi virus.

Share