Perbedaan Asuransi Kecelakaan Diri dan Asuransi Jiwa Yang Harus Kamu Ketahui

Sumber foto : Freepik

Selain asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, ternyata asuransi kecelakaan diri pun penting lho! Namun, masih banyak orang yang mengira bahwa asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan diri adalah asuransi yang sama. Padahal, fungsi kedua asuransi tersebut berbeda. Bagi kamu yang sedang bingung untuk menentukan asuransi mana yang lebih cocok untuk proteksi diri, cek perbedaannya di bawah ini ya! 

1. Apa Itu Asuransi Jiwa dan Asuransi Kecelakaan Diri? 

Perbedaan Asuransi Kecelakaan Diri dan Asuransi Jiwa Yang Harus Kamu Ketahui

Sumber: Freepik

Asuransi jiwa adalah layanan asuransi yang digunakan sebagai bentuk perlindungan terhadap adanya kerugian finansial atau hilangnya pendapatan seseorang akibat adanya kematian anggota keluarga yang menjadi sumber nafkah keluarga. Hal ini bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup anggota keluarga yang ditinggalkan, pendidikan serta kesehatan anak-anak.

Sedangkan, asuransi kecelakaan diri adalah produk asuransi yang spesifik dirancang untuk memberikan santunan jika mengalami kematian, cacat tetap, atau cacat sementara serta mengganti biaya perawatan dan/atau pengobatan medis yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan. Kedua produk asuransi tersebut sama-sama memberikan rasa aman dan perlindungan finansial. Namun, asuransi kecelakaan diri lebih spesifik dalam melindungi nasabah dari kecelakaan. 

2. Perbedaan Fungsi dan Tujuan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kecelakaan Diri

Perbedaan Asuransi Kecelakaan Diri dan Asuransi Jiwa Yang Harus Kamu Ketahui

Sumber: Freepik

Asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan diri, dua-duanya memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi pihak tertanggung dari kerugian finansial karena hal yang tak terduga. Namun, fungsi detailnya sedikit berbeda. Asuransi jiwa dirancang untuk melindungi kamu dari segala bentuk risiko kematian. Namun, ada beberapa jenis risiko kematian yang tidak ditanggung, seperti kematian karena bunuh diri.

Sementara itu, asuransi kecelakaan diri ditujukan untuk melindungi kamu dari risiko kecelakaan kerja, termasuk risiko kematian. Namun, risiko kematian yang ditanggung asuransi kecelakaan diri hanyalah yang terjadi di dalam jam kerja atau yang berkaitan dengan pekerjaan. Misalnya dalam contoh kasus, kamu mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju pertemuan dengan client, maka asuransi kecelakaan diri akan memberikan perlindungan. Sebaliknya, jika kamu mengalami kecelakaan saat sedang liburan, maka kamu tidak akan mendapatkan pertanggungan dari asuransi kecelakaan diri. 

3. Jangka Waktu dan Uang Pertanggungan

Perbedaan Asuransi Kecelakaan Diri dan Asuransi Jiwa Yang Harus Kamu Ketahui

Sumber: Freepik

Selain fungsi dan tujuan, perbedaan lain adalah jangka waktu dan uang pertanggungan. Pada asuransi jiwa, ada dua jenis asuransi jiwa, yaitu asuransi jiwa term life atau asuransi jiwa whole life. Asuransi jiwa term life biasanya memiliki jangka waktu satu tahun atau beberapa tahun (jangka pendek) namun dapat diperpanjang setiap tahunnya. Sementara asuransi jiwa whole life biasanya memberikan perlindungan seumur hidup (namun tetap ditetapkan usia tertentu, umumnya hingga usia sekitar 90 tahun). Sementara pada asuransi kecelakaan diri hanya memiliki satu jenis, yaitu term life.

Tidak ada asuransi kecelakaan diri yang memberi perlindungan seumur hidup. Asuransi kecelakaan dapat diperpanjang setiap tahun dengan tetap membayar premi bulanannya. Dalam hal uang pertanggungan, asuransi kecelakaan diri akan memberikan uang pertanggungan walaupun kamu tidak meninggal dalam kecelakaan. Jika kamu meninggal, asuransi kecelakaan diri juga akan tetap memberikan uang pertanggungan. Hanya saja uang pertanggungan tersebut tidak sebesar uang pertanggungan yang diberikan asuransi jiwa. Tetapi jika hanya memiliki asuransi jiwa, knda harus siap menanggung seluruh kerugian jika mengalami kecelakaan dan tidak meninggal

4. Syarat Pertanggungan

Perbedaan Asuransi Kecelakaan Diri dan Asuransi Jiwa Yang Harus Kamu Ketahui

Sumber: Freepik

Meskipun asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan diri dapat dimiliki oleh siapapun, namun jika kamu tidak bekerja atau sudah tidak bekerja tidak ada gunanya untuk memiliki asuransi kecelakaan diri. Hal itu dikarenakan asuransi kecelakaan diri tidak akan memberikan pertanggungan jika terjadi kecelakaan di lingkup pekerjaan. Jika tidak bekerja, maka tidak ada lingkup yang akan dilindungi oleh asuransi kecelakaan kerja.

Berbeda halnya dengan asuransi jiwa yang tetap memberikan pertanggungan bagi siapapun tertanggungnya, baik memiliki pekerjaan atau tidak. Asuransi jiwa tidak akan memberikan uang pertanggungan jika kamu tidak mengalami kematian. Jika kamu mengalami kecelakaan namun tidak meninggal, asuransi yang akan memberikan pertanggungan adalah asuransi kecelakaan diri. Hanya saja uang pertanggungan akan turun hanya jika kecelakaan yang dialami terjadi pada jam kerja atau berkaitan dengan pekerjaan. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!Perbedaan Asuransi Kecelakaan Diri dan Asuransi Jiwa Yang Harus Kamu Ketahui

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc yang kini hadir di Playstore. Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app

Share