Ini Bahaya yang Mengintai dari Masker Bekas yang Beredar di Pasaran

Sumber foto : Freepik

Seiring dengan pandemi virus corona di Indonesia, semua orang berburu masker bedah untuk melindungi dirinya dari ancaman COVID-19. Masker memang dinilai mampu untuk menyaring partikel di udara, sehingga dapat menghambat penularan virus dari satu orang ke orang lainnya. Akhirnya, masker menjadi barang langka saat ini. Tentu saja di balik kondisi seperti sekarang, terdapat oknum-oknum nakal yang menimbun masker serta menjual kembali masker bekas pakai.

Di internet pun bertebaran video yang menunjukkan bahwa masker bekas yang didaur ulang diinjak dan diduduki sambil dikemas. Masker bekas pakai diolah kembali dan dijual di pasaran dengan harga yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar akan masker. Padahal, masker bedah harus sekali pakai dan tidak boleh untuk digunakan kembali. Yuk kenali bahaya yang mengintai dari pemakaian masker bekas!

1. Memicu Infeksi Penyakit

Woman hands holding a facial medical mask, protection against allergy, virus, covid-19 and coronavirus. Premium Photo

Sumber: Freepik

Menggunakan masker bekas yang seharusnya hanya sekali pakai dapat memicu infeksi penyakit bagi penggunanya. Pasalnya, masker yang telah kamu pakai sudah terkontaminasi oleh virus, bakteri, serta mikroorganisme lainnya. Bakteri, kuman, serta virus yang menempel pada masker akan mudah masuk ke dalam tubuh kita Masker yang biasa dipakai oleh masyarakat saat ini adalah masker bedah.

Masker bedah sebaiknya digunakan oleh orang yang sakit agar tidak menularkan virus ke orang sekitarnya. Bahkan ketika masker bedah sudah basah, kotor, dan terciprat, sebaiknya langsung diganti. Masker yang dipakai berulang kali tidak bisa lagi menyaring debu dan kotoran sesuai dengan fungsi utamanya. Oleh karena itu, sebaiknya kamu berhati-hati saat membeli masker, ya! Teliti sebelum membeli, dan pastikan masker yang kamu beli bukan hasil daur ulang dari masker bekas pakai. 

2. Menyebabkan Iritasi pada Kulit Wajah

Portrait of young woman with surgical mask Free Photo

Sumber: Freepik

Masker bekas yang didaur ulang biasanya dicuci kembali oleh para oknum nakal agar masker terlihat bersih dan seperti baru. Tentu saja para oknum tersebut menggunakan bahan kimia untuk membersihkan masker serta menghilangkan noda pada masker. Hal tersebut dapat membuat kulit menjadi iritasi, seperti gatal, kemerahan, bahkan ruam. Selain itu, fungsi masker pun tidak akan maksimal jika didaur ulang.

Bahkan masker tersebut malah tidak memiliki fungsi seperti seharusnya dan malah membahayakan penggunanya. Seharusnya, batas maksimal penggunaan masker pun maksimal 8 jam. Jika menggunakan masker lebih dari 8 jam, akan mengakibatkan infeksi karena kelembapan udara memicu menumpuknya mikroorganisme pada masker. Jika masker terlihat masih bagus dan masih bersih pun harus diganti untuk menghindari infeksi penyakit serta iritasi kulit. Jadi, jangan lupa untuk mengganti masker secara rutin.

3. Membahayakan Sistem Pernapasan

Close-up protection medical mask and girl Free Photo

Sumber: Freepik

Masker seharusnya berfungsi untuk menyaring partikel udara dan kotoran agar tidak terhirup langsung oleh manusia. Jika masker yang digunakan sudah pernah dipakai sebelumnya, maka fungsi masker tersebut sudah hilang. Akhirnya, masker tidak dapat lagi menyaring partikel udara dan kotoran, justru partikel, debu, dan kotoran tetap terhirup melalui hidung. Udara bersih yang seharusnya kamu hirup, malah tergantikan oleh udara kotor yang berasal dari masker yang kamu pakai.

Oleh karena itu, tentu saja udara kotor yang berasal dari masker akan masuk ke dalam paru-paru dan dapat menyebabkan infeksi atau masalah yang lebih serius. Organ pernapasan adalah salah satu organ yang paling parah terkena dampaknya jika kamu memakai masker bekas. Nah, untuk menghindari penggunaan kembali masker bekas, sebaiknya menggunting masker setelah dipakai agar tidak didaur ulang oleh para oknum yang jahil.

Share