March 31, 2020

Apa Perbedaan Rapid Test dan PCR untuk Diagnosa Corona?

Sumber foto : Egypt Today

Virus baru bernama corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyerang pernapasan, beberapa bulan terakhir ini menggemparkan dunia. Dinyatakan sebagai global pandemic karena hampir seluruh negara sedang berjuang menghadapi virus ini, tak terkecuali Indonesia. health, medical labs, and blood test image

Sumber foto : We Heart It

COVID-19 (corona) dapat menyerang siapa saja termasuk bayi, anak-anak, dewasa, hingga lansia. Di Indonesia, untuk menekan angka infeksi virus, dilakukan Rapid Test dan sejumlah upaya lain seperti karantina mandiri di rumah. Tidak hanya Rapid Test yang dapat digunakan untuk identifikasi virus corona, test PCR pun bisa. Lalu, apa perbedaan diantara keduanya?

1. Jenis Sampelhealth, medical labs, and blood test image

Sumber foto : Unsplash.com

Perbedaan antara Rapid Test dan PCR terdapat pada jenis sampel yang diambil. Pada Rapid Test, sampel darah diambil untuk melakukan diagnosa terhadap pasien. Sementara untuk tes PCR sampel yang diambil berupa usapan rongga mulut dan rongga hidung. 

Diagnosa diperoleh dari usapan dinding hidung belakang menggunakan alat bernama PCR. Rapid Test bertujuan untuk mengetahui hasil apakah orang tersebut terinfeksi virus corona atau tidak melalui pemeriksaan yang dapat dilakukan secara massal sehingga lebih efektif jika ingin memperoleh ashil dalam jumlah banyak.

2. Cara Pengambilan Sampel

Hasil gambar untuk pcr test

Sumber foto : MyDr

Cara pengambilan sampel untuk PCR dilakukan dengan cara berikut: Tenaga kesehatan akan memasukkan alat PCR berbentuk seperti cotton bud, tapi dengan ukuran yang jauh lebih panjang, ke dalam lubang hidung. Alat PCR itu akan dimasukkan hingga ke bagian belakang hidung. 

Kemudian, alat PCR tersebut memiliki bagian ujung yang dapat menyerap cairan atau lendir yang digunakan sebagai sampel tes. Sementara untuk rapid test, petugas kesehatan akan mengusap ujung jari pasien dengan kapas alkohol. Kemudian, sampel darah akan diambil dari ujung jari dengan jarum lancet sekali pakai.

3. Waktu yang Diperlukan untuk Memperoleh Hasilsilver bell alarm clock

Sumber foto : Unsplash.com

Untuk PCR waktu yang diperlukan untuk memperoleh hasil lebih lama, sekitar hitungan jam. Jika dibandingkan dengan Rapid Test yang memerlukan waktu hanya sekitar 15 menit untuk memperoleh hasil diagnosa. Mengapa hasil tes PCR lebih lama dibandingkan dengan Rapid Test? 

Seperti yang diketahui bahwa sampel terlebih dahulu diuji dalam laboratorium untuk memperoleh hasil, apabila dalam kondisi tertentu seperti kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel penuh. Maka, sampel yang masuk harus mengantri lama untuk bisa diperiksa.

4. Akurasi Hasilmedical labs, blood test packages, and blood test labs image

Sumber foto : We Heart It

Bicara soal hasil, dapat dikatakan bahwa tes PCR memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Rapid Test. Jika pasien dinyatakan positif saat Rapid Test, maka ia harus melalui pemeriksaan lanjutan yaitu swab. Namun, apabila pasien memiliki hasil negatif, idealnya mengulang rapid test 7 sampai 10 hari mendatang. 

Memang, kelebihan pemeriksaan Rapid Test adalah hasil diagnosa dapat diperoleh cepat dan mudah untuk dilakukan. Tes ini juga bisa menjadi alternatif  untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan secara lebih lanjut. Meski begitu, tes PCR yang akurasinya lebih tinggi membutuhkan waktu yang lebih lama dan proses yang lebih rumit. 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *