6 Fakta Tentang Dekongestan Sebagai Obat Covid-19

Sumber: Freepik

Pandemi virus corona masih terjadi di beberapa belahan dunia selama 9 bulan terakhir. Sampai saat ini, belum ada obat yang diklaim dapat menyembuhkan infeksi virus yang menyerang paru-paru ini. Bahkan, ketersediaan vaksin pun disebut-sebut baru hadir di pertengahan tahun depan. Untuk itu, banyak pemberitaan mengenai obat untuk menyembuhkan Covid-19. Namun, obat-obat tersebut diklaim hanya dapat meringankan gejalanya saja, tidak dapat membunuh virus yang berada di dalam tubuh manusia. Baru-baru ini, nama obat dekongestan disebut-sebut sebagai obat yang dapat menyembuhkan infeksi virus corona. Benarkah? Simak fakta-faktanya di bawah ini! 

1. Mengenal Dekongestan

  1. Ill allergic woman blowing running nose, having got flu or catch cold, sneezing in handkerchief, posing with closed eyes isolated on white, holding nasal spray in hand. Free Photo

Sumber: Freepik

Dekongestan adalah obat yang bisa digunakan untuk meredakan hidung tersumbat yang disebabkan oleh flu, pilek, sinusitis, serta alergi. Penggunaan dekongestan bergantung pada jenis produknya, ada yang diminum dan ada yang dihirup. Dekongestan berfungsi untuk meredakan pembengkakan pembuluh darah di dalam hidung, sehingga saluran napas menjadi terbuka dan napas menjadi lega. 

2. Penelitian Tentang Dekongestan Menjadi Obat Covid-19

Woman receives nasal inhalation Premium Photo

Sumber: Freepik

Penelitian yang dipimpin oleh Professor Yuen Kwok-Yung dari University of Hong Kong menyebutkan bahwa semprotan hidung atau nasal spray dapat menjadi obat virus corona. Para peneliti memodifikasi vaksin flu dan semprotan hidung dengan bagian antigen permukaan dari virus corona, yang berarti dapat mencegah virus influenza dan juga virus corona jenis baru yang dapat menyebabkan pneumonia. 

3. Kandungan pada Dekongestan 

Sumber: Freepik

Nasal spray atau semprotan dekongestan mengandung antihistamin yang dapat memblokir respons terhadap alergen. Antihistamin dalam semprotan hidung ini mampu meredakan gejala seperti bersin, pilek, atau tetesan postnasal. Selain itu, semprotan dekongestan juga memiliki kandungan sea water dan purified water yang mengandung yodium dan magnesium yang dikenal sebagai aerosol. Aerosol inilah yang mampu merangsang kekebalan organ pernapasan. 

4. Dekongestan Digunakan Sebagai Salah Satu Obat Covid-19

Sumber: Freepik

Pasien Covid-19 yang tanpa gejala biasanya tidak dirawat di rumah sakit dan hanya perlu melakukan isolasi mandiri di rumah selama 2 minggu sambil mengonsumsi obat-obatan. Beberapa obat yang dianjurkan untuk dikonsumsi pasien Covid-19 adalah paracetamol atau ibuprofen serta dekongestan nasal. Dekongestan nasal digunakan untuk meredakan hidung tersumbat di saluran pernapasan bagian atas. Bahan aktif di sebagian besar dekongestan adalah pseudoefedrin atau fenilefrin. Namun, pengobatan-pengobatan tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien Covid-19. 

5. Tidak Terbukti Dapat Membunuh Virus Corona

Sumber: Freepik

Sampai sekarang, belum ada penelitian atau bukti yang mengatakan bahwa dekongestan dapat membunuh virus corona. Namun, sampai saat ini dekongestan hanya dapat membantu meredakan gejala pernapasan pada pasien Covid-19. Untuk itu, dekongestan bukan merupakan obat satu-satunya yang dapat meringankan gejala Covid-19 pada tubuh pasien. Dekongestan termasuk ke dalam obat yang belum teruji untuk menyembuhkan Covid-19, sehingga masyarakat perlu berhati-hati saat menerima informasi tentang kegunaan obat ini selain untuk melegakan pernapasan. 

6. Efek Samping Penggunaan Dekongestan

Guy dripping nasal drops in nose, portrait, close up Premium Photo

Sumber: Freepik

Sama seperti obat-obatan lain, penggunaan dekongestan juga bisa menyebabkan efek samping meskipun tergolong jarang. Beberapa efek samping yang kemungkinan dapat terjadi setelah menggunakan obat ini adalah iritasi pada lapisan hidung, mulut terasa kering, rasa mual, sakit kepala, gemetar, sulit buang air kecil pada pria, merasa gelisah, reaksi alergi, sulit tidur, dan jantung berdebar. Walaupun efek samping penggunaan dekongestan tergolong jarang, pemakaian dekongestan untuk pasien Covid-19 tetap memerlukan konsultasi dengan dokter. Hal itu dikarenakan obat-obatan yang dikonsumsi pasien Covid-19 akan disesuaikan dengan keadaan dan gejala yang dialami pasien. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share