6 Mitos dan Fakta Kolagen yang Harus Kamu Tahu

Sumber foto : Freepik

Kamu pasti sering mendengar tentang kolagen, yaitu salah satu jenis yang protein yang kerap disebut berkhasiat untuk elastisitas kulit, mencegah penuaan dan lainnya. Namun, jika menelaah lebih lanjut, ada beberapa fakta menarik tentang kolagen yang harus kamu ketahui lho. Faktanya, kolagen tidak dapat mencegah keriput wajah secara permanen. Mengapa demikian? Yuk cari tahu lebih dalam mengenai fakta dan mitos mengenai kolagen!

1. Mengurangi Selulit

Woman's hand holding excessive leg fat or cellulite Premium Photo

Sumber: Freepik

Selulit muncul ketika jaringan ikat di bawah lapisan atas kulit mulai melemah sehingga memungkinkan jaringan lemak yang terletak di dasar untuk menonjol dan memproduksi kerutan. Seiring dengan bertambahnya usia, kulit mulai kehilangan elastisitasnya, sehingga kulit berhenti meregang. Selulit umumnya ditemukan di sekitar paha, bokong, dan perut.

Untuk mengurangi tampilan selulit, kolagen berfungsi untuk memperkuat jaringan ikat kulit. Ingat, selulit terjadi karena masalah lemak yang mendorong jaringan ikat kulit keluar. Jadi, kolagen dapat meningkatkan elastisitas dan kekenyalan kulit. Salah satu jenis kolagen, yaitu peptida adalah jenis kolagen yang mampu melawan selulit dengan baik. Beberapa treatment di klinik kecantikan menstimulasi kolagen lebih banyak untuk menyamarkan tampilan selulit. 

2. Kolagen Dapat Mencegah Keriput, Fakta atau Mitos?Beautiful asian woman makeup of cosmetic, girl hand touch cheek ...

Sumber foto : Freepik

Pernahkah kamu mendengar bahwa kolagen dapat mencegah keriput? Faktanya, krim anti aging dengan kandungan kolagen di dalamnya menyamarkan kerutan dan garis halus hanya sementara. Mengapa demikian?

Jika kamu betul-betul ingin menghilangkan keriput wajah secara permanen, pilihannya adalah operasi plastik. Molekul kolagen sangat besar untuk terserap melalui pori-pori hingga lapisan kulit terdalam sehingga jika krim mengandung kolagen, tidak akan menyerap. 

3. Kolagen Melindungi Sendi? Faktanya…Lower Back Pain | Free Vectors, Stock Photos & PSD

Sumber foto : Freepik

Kolagen tidak hanya dapat kamu temui dalam produk kecantikan. Kamu tahu peach gum yang akhir-akhir ini cukup anyar dibicarakan? Menurut situs Michelin Guide, peach gum adalah getah pohon persik liar China. Teksturnya sendiri adalah padat dan kerap ditemui dalam sajian sup manis maupun makanan penutup. 

Usut punya usut, peach gum terkenal dengan kandungan kolagen yang tinggi. Salah satu manfaatnya adalah dapat melindungi sendi, fakta atau mitos ya? Jika ditelaah lebih dalam, kolagen merupakan protein yang dapat ditemukan pada otot, tulang, kulit, dan pembuluh darah. Sebagai layaknya protein yang dapat melindungi sendi, jadi betul adanya apabila kolagen dapat melindungi sendi.

4. Melembaban Kulit

Woman with eyes closed Free Photo

Sumber: Freepik

Beberapa uji klinis menunjukkan bahwa kolagen meningkatkan elastisitas kulit dan melembabkan kulit. Suatu penelitian menunjukkan bahwa wanita berusia di atas 35 tahun yang rutin mengonsumsi suplemen kolagen, menunjukkan peningkatan yang signifikan secara elastisitas kulit dan hidrasi kulit. Pada lapisan dermis kulit, terdapat suatu kelenjar yang menjaga kualitas kulit, yaitu kelenjar sebaceous.

Kelenjar ini menghasilkan sebum yang membantu menjaga kulit kita tetap lembab. Kolagen menstimulasi kelenjar sebaceous dan kelenjar lainnya di dalam dermis karena kolagen berperan untuk menguatkan keseluruhan lapisan dermis kulit kita. Oleh karena itu, kolagen mampu meningkatkan fungsi jaringan dan kelenjar lainnya. Ketika kulit terhidrasi dengan baik, maka kulit tampak lebih sehat. 

5. Menguatkan dan Menumbuhkan Rambut, Benarkah?

Young asian women worry about problem hair loss, head bald, dandruff. Premium Photo

Sumber: Freepik

Folikel rambut adalah organ kecil yang mengatur pertumbuhan rambut. Tepat di bagian atas setiap folikel adalah kelenjar sebaceous. Sebelumnya dijelaskan bahwa kelenjar ini menjaga kulit kita tetap lembab. Nah, tidak hanya kulit, kelenjar ini menjaga kulit dan rambut kita tetap lembab. Pertumbuhan folikel rambut sebenarnya sangat bergantung pada kolagen di dalam lapisan dermis.

Jika produksi kolagen sedikit, ketebalan dan jumlah folikel rambut juga berkurang. Seiring bertambahnya usia, kita cenderung kehilangan rambut setiap tahun. Kadar kolagen yang rendah menjadi alasan besar untuk itu. Kolagen bermanfaat untuk pertumbuhan rambut yang lebih kuat, lebih tebal, serta mengurangi kerontokan. Jadi, tidak hanya kulit saja yang butuh kelembaban, rambut juga butuh hidrasi agar tidak mudah rapuh. 

6. Melindungi Kulit dari Sinar UV dan Kanker

Stylish, middle aged asian woman wearing 100% uv light protection sunglasses, stand inside and raise her hand to block out bright glare and sunlight from outside to avoid ultraviolet rays overexposure Premium Photo

Sumber: Freepik

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen akan menurun. Salah satu penurunan produksi kolagen dikarenakan paparan sinar ultraviolet. Paparan sinar UV yang berlebihan berefek penuaan pada kulit, keriput, penurunan kelembaban alami kulit, dan penurunan kolagen pada kulit. Penelitian telah membuktikan hasil dari konsumsi kolagen peptida dalam mengurangi kerusakan kulit karena paparan sinar matahari.

Dalam sebuah penelitian, mereka yang mengonsumsi kolagen selama 6 minggu menunjukkan sedikit kerusakan akibat sinar matahari. Selain itu, penelitian menemukan bahwa pembentukan sel-sel kanker dapat dipicu oleh penurunan produksi kolagen. Nah, untuk merangsang produksi kolagen, kamu bisa melakukan treatment di klinik, atau mengonsumsi kaldu tulang, telur, buncis, ikan, dan paprika merah. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share