6 Cara Jaga Privasi Online yang Wajib Kamu Ketahui!

Sumber: Freepik

Seiring dengan perkembangan teknologi, privasi adalah salah satu hal yang sulit dijaga. Kini, data pribadi seseorang bisa ditemukan hanya dengan mengetik namanya saja. Oleh karena itu, cyber crime banyak terjadi di sepuluh tahun terakhir seiring dengan penggunaan sosial media. Terlebih lagi di tengah pandemi virus corona seperti saat ini, pekerjaan banyak dilakukan di rumah secara virtual, sehingga data diri harus dilindungi. Nah, sebelum terlambat, jangan sampai informasi pribadi kamu seperti nomor telepon, bahkan alamat rumah dapat ditemukan begitu saja. Untuk itu, ikuti tips di bawah ini agar privasi kamu tidak tersebar di internet! 

1. Mengaktifkan Mode Privat

Woman using iphone Premium Photo

Sumber: Freepik

Saat memutuskan untuk menggunakan sosial media, biasanya ada pilihan untuk mengatur profil akunmu, seperti mode privat dan publik. Mengaktifkan mode privat di sosial media adalah salah satu cara melindungi privasimu. Jadi, tidak sembarang orang dapat melihat profil maupun beranda akun sosial media kamu.

Sebaliknya, hanya orang-orang yang kamu pilih dan yang kamu kenal saja yang dapat melihat profil sosial media kamu. Memproteksi akun sosial media bisa mengurangi interaksi dengan akun atau orang yang tidak kamu kenal, sehingga kamu jadi lebih bisa berkomunikasi dengan orang-orang terdekat yang kamu kenal di dunia nyata. 

2. Hindari Membagikan Lokasi 

Remote meeting. woman working from home during coronavirus or covid-19 quarantine, remote office concept. Free Photo

Sumber: Freepik

Membagikan lokasi adalah salah satu hal yang sebaiknya kamu hindari untuk tetap menjaga privasi kamu. Jika kamu berniat untuk mempromosikan lokasi tersebut, kamu bisa membagikan lokasi tersebut sesaat setelah kamu pulang. Contohnya, kamu sedang berada di hotel unik di Bali, kamu bisa mempublikasikan nama hotel tersebut setelah kamu check out demi keamanan.

Membagikan lokasi secara real-time memudahkan terjadinya kriminalitas. Selain itu, sebaiknya matikan GPS ketika sedang mengakses sosial media. Tak terkecuali saat kamu sedang melakukan pertemuan berbasis virtual, hindari membagikan lokasi dan mengaktifkan GPS, ya! 

3. Gunakan Enkripsi

Bangkok, thailand - mar 30, 2020 : hand is holding phone and the facebook screen on apple iphone, social media are using for information sharing and networking. Premium Photo

Sumber: Freepik

Pengamanan informasi pengguna atau yang disebut dengan enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Dengan memilih enkripsi end-to-end, bahkan penyedia layanan perpesanan tidak bisa melihat isi percakapan kamu.

Terutama bagi kamu yang memiliki grup teman kantor, atau teman divisi yang isi percakapannya penting dan rahasia, sebaiknya gunakan enkripsi end-to-end. Selain itu, enkripsi end-to-end membuat komunikasi via pesan lebih pribadi. Jadi, kamu tak perlu khawatir jika datamu akan disadap pihak ketiga, misalnya oleh pemerintah atau bahkan pihak WhatsApp sekalipun. 

4. Gunakan ID Meeting Baru

Asian senior woman using video conference, make online consultation with doctor consulting about illness and medication via video call. telehealth, telemedicine and online hospital. Premium Photo

Sumber: Freepik

Menggunakan ID meeting yang sama memang memudahkan host atau peserta meeting, namun hal ini bisa mengundang para meeting bomber, lho! Jadi, jangan gunakan ID meeting yang sama seperti rapat sebelumnya, apalagi untuk rapat internal yang penting.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran berjalannya pertemuan virtual. Dikhawatirkan, apabila menggunakan ID meeting sama akan menghadirkan orang lain menyusup dalam ruang bicara pertemuan virtual.

5. Terapkan Password dan Mengunci Rapat Virtual

Privacy text on keyboard button. internet privacy concept. Premium Photo

Sumber: Freepik

Selain menggunakan ID meeting yang berbeda di setiap rapat, pastikan kamu menggunakan kata sandi juga, ya! Langkah ini dapat menambah tingkat keamanan rapat dan tiap user yang hadir dalam rapat tersebut. Mirip dengan rapat offline, rapat virtual pun bisa kamu kunci setelah semua peserta rapat hadir.

Ada banyak tools video conferencing yang memungkinkan ruang rapat virtual dikunci. Hal ini dapat mencegah masuknya tamu tak diundang yang bisa mencuri data pribadi peserta atau mencuri isi rapat yang bersifat rahasia dan kritis. 

6. Waspadai Chat Room dan Gunakan Virtual Background

Video call business people meeting on virtual workplace or remote office Premium Photo

Sumber: Freepik

Saat sedang mengikuti rapat secara virtual, jangan sampai kamu membagi informasi atau file yang bersifat rahasia dan penting di chat room yang ada di tool video conferencing. Tiap tool video conferencing bisa saja menawarkan tingkat keamanan yang berbeda.

Selain itu, saat sedang mengikuti rapat, kamu bisa memburamkan latar belakang atau menggantinya dengan virtual background. Hal ini bertujuan untuk melindungi kamu dari hal-hal yang tidak diinginkan dan agar peserta rapat tidak terganggu aktivitas yang tidak sengaja terlihat di layar peserta lain.

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share