5 Tempat dengan Resiko Penularan COVID-19 Tertinggi

Sumber foto : Freepik

Sebuah studi dari Texas Medical Association mengatakan bahwa terdapat skala risiko dari 1 sampai 10 untuk kegiatan-kegiatan di ruang publik. Diawali dengan low risk yakni jenis-jenis kegiatan yang risiko penularan virus corona nya rendah hingga high risk yang tentunya risiko tinggi. Jadi, ketika hendak pergi ke suatu tempat, perhatikan betul apakah tempat tersebut memiliki resiko penularan Covid-19 yang tinggi atau tidak. Hal ini diperkuat dengan himbauan WHO yang meminta masyarakat menghindari 3 lokasi yang rentan penularan Covid 19. 

Sumber foto : Freepik

Ketiga lokasi yang harus dihindari tersebut yaitu tempat ramai (Crowded places), tempat dengan kondisi dimana orang-orang saling dalam jarak dekat (Close-contact) dan tempat terbatas dan tertutup dengan ventilasi udara yang buruk (Confined and enclosed spaces). Sebagaimana diketahui bahwa virus corona dapat menular melalui droplet dan aerosol. Mari sama-sama cari tahu 5 tempat dengan resiko penularan Covid-19 tertinggi agar kita sebagai masyarakat senantiasa waspada saat hendak bepergian di masa pandemi seperti sekarang! 

1. Konser

Sumber foto : Freepik

Penyelenggaraan konser menempati posisi di tingkat paling tinggi (level 9) penularan virus corona. Konser musik rentan dengan kerumunan dan berpotensi berdesak-desakan dengan penonton lainnya. Penonton konser yang jumlahnya amat padat akan sulit menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak. Di dalam aturan protokol kesehatan di tempat dan fasilitas umum, disebutkan tentang larangan penyelenggaraan event atau konser musik dengan model penonton berdiri seperti kelas festival, karena sulit menerapkan prinsip jaga jarak. 

Oleh karena itu, konser musik selama pandemi virus corona dihentikan sementara. Selain konser musik, kegiatan yang memiliki risiko tinggi penularan COVID-19 adalah menonton di bioskop, olahraga di gym, pergi ke taman bermain, bar dan stadion olahraga serta menghadiri acara keagamaan yang melibatkan lebih dari 500 orang. 

2. Bar dan Diskotik

Sumber foto : Freepik

Para ahli mengatakan bahwa bar dan diskotik merupakan salah satu tempat yang memiliki resiko penularan Covid-19 tertinggi, berada di level 9 menurut sebuah studi yang dikemukakan oleh Texas Medical Association. Bar dirancang agar orang-orang berkumpul dan berdekatan sehingga sulit diterapkan protokol kesehatan berupa physical distancing antar individu yang memerlukan setidaknya 1,8 meter hingga 3 meter menurut saran dari WHO. 

Mengutip ucapan dari Dr Jeff Pothof, Kepala Petugas UW Health Madison, Wisconsin, “Contoh paling umum adalah bar yang ramai dengan orang-orang yang harus berbicara keras karena berisik dan entah membuka atau melepas masker untuk berbicara makan dan minum,”. Tidak hanya itu, pengunjung bar atau club juga rentan menggunakan peralatan makan dan minum yang sama dengan rekan kerja atau teman-temannya. 

3. Tempat Kebugaran

Sumber foto : Freepik

Stadion dan pusat kebugaran berada di posisi penularan virus corona tingkat paling tinggi dengan skor 9. Hal itu dikarenakan fasilitas umum di tempat tersebut sering digunakan secara bergantian oleh umum. Di samping itu, pengunjung di stadium atau fasilitas olahraga outdoor juga ramai, sehingga berpotensi mengabaikan jaga jarak fisik dan membuat kerumunan. 

Selain itu, penggunaan masker saat berolahraga berat pun tidak disarankan, sehingga rentan dengan penularan virus corona melalui droplets. Pusat kebugaran dalam ruang tertutup dengan ventilasi yang tidak optimal memiliki resiko penularan Covid-19 melalui aerosol. Untuk itu, usahakan untuk berolahraga di dalam ruangan saja, ya!

4. Taman Bermain

Sumber foto : Freepik

Taman kota, tempat bermain tutup selama masa PSBB, begitu pula tempat-tempat wisata seperti taman bermain, pantai, kebun binatang dan lain-lain. Tentu bukan tanpa alasan adanya penutupan taman bermain dan tempat-tempat wisata. Dalam studi Texas Medical Association, pergi ke tempat bermain (taman hiburan) dikategorikan sebagai high risk yang tentunya risiko tinggi, tepatnya berada di skala 9. Mengapa taman bermain berisiko tinggi dalam penularan Covid-19? 

Menurut sebuah kasus terbentuknya klaster keluarga di Bogor adalah akibat aktivitas warga yang pergi keluar kota dan berwisata. Penularan virus corona pada klaster keluarga di Bogor terjadi akibat imported case, yakni aktivitas warga yang bepergian keluar kota dan kemudian tertular COVID-19. 24% warga yang terinfeksi virus corona adalah Orang Tanpa Gejala (OTG, asymptomatic) sehingga merasa sehat-sehat saja padahal membawa virus ke dalam lingkup keluarga. Sebagian besar penderita virus corona dari 189 kasus klaster keluarga di Bogor adalah lansia dan anak-anak. 

5. Restoran Prasmanan

Sumber foto : Freepik

Makan dengan sistem prasmanan menempati posisi di tingkat paling tinggi dengan skor 8 menurut studi dari Texas Medical Association. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melarang semua masyarakatnya untuk makan dengan sistem prasmanan karena berpotensi meningkatkan penularan virus corona. 

Ridwan Kamil sendiri membagikan video eksperimen di Jepang tentang makan secara prasmanan. Dalam video tersebut, diasumsikan terdapat satu pengunjung yang diasumsikan terkena Covid-19 yang diberi cairan fluorescence di tangan. Hasilnya, dalam 15 menit semua pengunjung sudah terkena cairan tersebut. Untuk itu, restoran, cafe, hotel, dan di resepsi pernikahan dilarang untuk menyajikan makanan dengan sistem saji, prasmanan, atau buffet. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share