5 Mitos dan Fakta Tentang Obat Tocilizumab yang dapat Sembuhkan Corona

Sumber: TheHindu

Baru-baru ini, kembali beredar tentang obat yang dikabarkan dapat menyembuhkan infeksi virus corona. Padahal, sampai saat ini baik obat maupun vaksin belum ditemukan. Bahkan, beberapa jenis vaksin yang dikabarkan dapat mencegah infeksi virus corona pun masih berada dalam tahap uji klinis. Obat yang disebut-sebut dapat sembuhkan infeksi virus corona adalah Tocilizumab, dengan nama dagang Actemra. Kenali lebih jauh tentang mitos dan fakta obat Tocilizumab di bawah ini yuk! 

1. Mengenal Tocilizumab

Sumber: Keionline

Tocilizumab atau dengan nama dagang Actemra adalah obat radang sendi yang biasa dikonsumsi oleh penderita astritis untuk membantu mengurangi peradangan kronis. Tocilizumab  adalah obat golongan imunomodulator atau obat yang digunakan yang meningkatkan kekebalan tubuh. Biasanya, obat ini digunakan untuk kasus rheumatoid arthritis.

Obat ini berbentuk cairan yang diinfuskan ke dalam tubuh pasien. Tocilizumab bekerja menghambat protein Interleukin-6 (IL-6) yang berlebihan dalam tubuh. 

2. Tocilizumab Meringankan Gejala Covid-19

Scientists wearing masks and gloves holding a syringe with a vaccine to prevent covid-19 Free Photo

Sumber: Freepik

Faktanya, Tocilizumab diklaim oleh dokter di China bisa mengobati virus corona setelah dicoba pada beberapa pasien dengan gejala parah dan kondisi yang kritis. Salah satu dokter dari China, yaitu Dr. Xiaoling Xu mengatakan bahwa dalam beberapa hari, pasien yang mengalami demam kondisinya kembali normal.

Selain itu, gejala lain yang dialami juga semakin membaik. Hasil CT scan pun menunjukkan bahwa kerusakan paru-paru berkurang secara signifikan dalam waktu 4-5 hari perawatan. 

3. Dapat Menyembuhkan Covid-19 Sampai 90 Persen

Sumber: Freepik

Media digegerkan dengan berita tentang Tocilizumab yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19 sampai 90 persen. Benarkah? Tocilizumab memang dapat membantu meredakan gejala parah dan kerusakan paru pada pasien Covid-19. Meski begitu, Tocilizumab atau Actemra tidak secara langsung membunuh virus corona SARS-CoV-2.

Actemra berfungsi menghambat reseptor IL-6, sebuah sitokin proinflamasi. Ilmuwan menduga bahwa IL-6 adalah penyebab utama dalam reaksi berlebihan kekebalan tubuh atau badai sitokin pada pasien Covid-19. Untuk itu, pernyataan tentang Tocilizumab yang diklaim dapat menyembuhkan virus corona sampai 90 persen belum dapat dibuktikan. 

4. Perbedaan Efektivitas Tocilizumab

Woman in hazmat suit with vaccine and syringe injection Premium Photo

Sumber: Freepik

Walaupun sudah digunakan sebagai obat untuk meredakan gejala yang parah di China, penelitian mengenai keamanan dan keefektifan Tocilizumab masih harus dilakukan. Menurut penelitian lain yang diterbitkan oleh European Journal of Internal Medicine, tidak terdapat peningkatan klinis dan kematian yang signifikan secara statistik antara pasien dengan pengobatan Tocilizumab dan pasien dengan perawatan standar.

Menurut dokumen Penilaian Bukti untuk Perawatan Terkait Covid-19 yang diterbitkan oleh American Society of Health-System Pharmacists Advancing Healthcare, penggunaan Tocilizumab di Cina memang memang terbukti efektif. Namun, di Italia, dua dari enam pasien Covid-19 yang memiliki pneumonia dan dirawat dengan Tocilizumab meninggal. 

5. Penelitian Tentang Tocilizumab

Scientists and scientific equipment in the laboratory,laboratory research concept Premium Photo

Sumber: Freepik

Penelitian untuk melihat kemampuan Tocilizumab untuk penanganan COVID-19 tengah dilakukan para ilmuwan di University of California (UC). Kabarnya, penelitian ini telah memasuki uji klinis tahap ketiga. Tidak hanya di Amerika Serikat, para ilmuwan di Prancis juga tengah melakukan penelitian Tocilizumab pada pasien Covid-19 yang mengalami gejala parah di Prancis. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok juga melakukan percobaan penelitian Tocilizumab pada 330 partisipan yang terdaftar di hampir 70 lokasi di seluruh dunia.

Partisipan yang menderita Covid-19 harus berusia minimal 18 tahun dan dirawat di rumah sakit dengan gejala pneumonia. Selain itu, penelitian juga bertujuan untuk melihat apakah obat ini bisa mengurangi angka kematian karena pneumonia, kebutuhan ventilasi mekanik, maupun pasien yang dilarikan ke unit perawatan intensif. Penelitian ini diperkirakan akan selesai pada 30 September 2020. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share