5 Fakta Tentang Testing, Tracing, dan Fencing untuk Menangani Covid-19

Sumber: Fazzdoc

Sampai saat ini, angka korban terinfeksi positif virus Corona di Indonesia terus bertambah. Sampai 14 September 2020, jumlah pasien Covid-19 di Indonesia mencapai angka 221 ribu orang dengan angka kenaikan sekitar 3000 orang per harinya. Dalam langkah memberantas virus corona di Indonesia, pemerintah memberlakukan langkah-langkah, seperti testing, tracing, dan fencing. Yuk ketahui tentang testing, tracing, dan fencing di bawah ini! 

1. Mengenal Testing

Sumber: Fazzdoc

Dalam menangani pandemi virus corona, tahap testing atau pengujian adalah hal yang paling pertama harus dilakukan. Tahap ini bertujuan untuk memahami kondisi aktual penularan wabah di sekitar masyarakat secara lebih rinci dan sistematis.

Sasaran tahap testing tidak dilakukan secara acak, melainkan selektif di tempat-tempat umum yang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi, seperti pasar tradisional, perkantoran, dan tempat ibadah. Umumnya, tes massal yang dilakukan adalah swab test karena tingkat akurasinya yang tinggi. 

2. Apa Itu Tracing? 

Sumber: Freepik

Setelah melalui tahap pengujian, proses dilanjutkan dengan tahap kedua, yaitu tracing atau pelacakan. Virus corona memiliki masa inkubasi 1-14 hari, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa penderita sempat melakukan perjalanan dan ikut menularkan kepada orang lain secara tanpa sadar. Untuk itu, pelacakan kontak fisik atau contact tracing menjadi upaya yang penting.

Melalui tahap tracing, pemerintah mampu mengidentifikasi beberapa cluster utama yang tersebar di berbagai daerah. Selain itu, dengan tracing, pemerintah dapat mengetahui lokasi atau daerah rawan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Dengan mengandalkan data dari pelacakan yang dilakukan, maka akan ditemukan beberapa RT atau RW yang rawan, sehingga akan mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

3. Mengenai Fencing

Sumber: Freepik

Tahap terakhir setelah tracing adalah tahap fencing atau pembatasan gerak. Fencing merupakan langkah untuk mengisolasi pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 yang bertujuan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadi transmisi virus melalui kontak fisik.

Contoh tindakan preventif untuk pembatasan gerak berupa imbauan untuk mengisolasi diri secara mandiri di rumah selama 14 hari. Imbauan ini diutamakan kepada warga atau masyarakat yang berisiko tinggi. 

4. Aplikasi TraceTogether

Stylish young man standing near bicycle Free Photo

Sumber: Freepik

Tiga tahapan testing, tracing, dan fencing tergabung dalam satu aplikasi yang bernama TraceTogether. Aplikasi TraceTogether untuk mendeteksi pergerakan Covid-19 ini merupakan hasil kerja sama Kemkominfo, Kemenkes, Kementerian BUMN, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Aplikasi ini nantinya akan membantu pemerintah untuk mengetahui hasil tracing dari pasien Covid-19, termasuk melakukan tracking, fencing, dan warning kepada pasien jika melewati lokasi isolasinya.

Aplikasi TraceTogether yang dikembangkan operator telekomunikasi dan akan terpasang pada smartphone milik pasien Covid-19 untuk memberikan penanganan darurat apabila diperlukan. Kemudian, aplikasi ini akan memberikan riwayat pergerakan pasien selama 14 hari ke belakang. Aplikasi ini nantinya akan membantu masyarakat untuk saling menjaga dan melindungi agar penularan Covid-19 bisa dihentikan. 

5. Cara Kerja Aplikasi TraceTogether 

Woman sitting by the table with laptop Free Photo

Sumber: Freepik

Cara kerja aplikasi ini adalah pasien positif Covid-19 memberikan nomor teleponnya secara sukarela untuk dilakukan tracing dan tracking riwayat 14 hari terakhir. Dengan aplikasi ini, Kemenkes akan melakukan tracing, penelitian, dan interaksi secara langsung dengan pasien.

Berdasarkan hasil tracking dan tracing, nantinya nomor smartphone di sekitar pasien positif Covid-19 yang terdeteksi melalui operator, akan diberikan peringatan untuk segera menjalankan protokol ODP, yakni isolasi diri selama 14 hari. Selain itu, pemerintah akan memonitor berkumpulnya orang di masa darurat dalam rangka physical distancing, melalui data pergerakan smartphone. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share