5 Fakta Pemakaian Hand Sanitizer pada Bayi, Amankah?

Sumber: Freepik

Sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran virus corona, WHO mengimbau untuk selalu rajin mencuci tangan dengan air dan sabun antiseptik. Namun, tidak semua fasilitas umum menyediakan sabun antiseptik serta air mengalir, sehingga agar lebih praktis, kita dapat menggunakan hand sanitizer atau tisu antiseptik. Penggunaan hand sanitizer dan tisu antiseptik dinilai lebih praktis untuk dibawa kemanapun. Tidak hanya dewasa, anak-anak pun kini menggunakan hand sanitizer di manapun. Namun, apakah hand sanitizer diperbolehkan untuk dipakai untuk bayi? Simak penjelasannya di bawah ini! 

1. Kandungan Alkohol pada Hand Sanitizer

Asian woman using alcohol gel hand sanitizer wash hand for protect coronavirus. female push alcohol bottle to clean hand for hygiene when social distancing stay at home and self quarantine time. Free Photo

Sumber: Freepik

Hand sanitizer adalah cairan atau gel yang umumnya digunakan untuk mengurangi pantogen pada tangan. Umumnya, hand sanitizer mengandung alkohol yang berkisar 60-90% karena terbukti paling efektif untuk membunuh kuman dan bakteri. Hand sanitizer tanpa alkohol tidak direkomendasikan untuk digunakan secara umum. Dengan kandungan alkohol yang tinggi, hand sanitizer kemungkinan bisa mengiritasi kulit sensitif dan membuatnya semakin kering. 

2. Tidak Aman untuk Bayi

Children hand with dermatitis. eczema on hand. isolated on the blue background Premium Photo

Sumber: Freepik

Kulit bayi umumnya masih sensitif, sehingga ia rentan mengalami iritasi dengan pemakaian hand sanitizer. Hampir semua produk perawatan bayi pun diformulasikan tanpa alkohol dan hypoallergenic, sehingga aman untuk kulit bayi. Maka, penggunaan produk yang memiliki kadar bahan kimia tinggi, seperti hand sanitizer sebaiknya dihindari. Tidak hanya rentan iritasi, kandungan alkohol dalam hand sanitizer juga rentan menyebabkan kulit bayi menjadi kering. Kondisi kulit kering pada bayi akan meningkatkan faktor risiko kulit bayi mengalami gatal, iritasi, hingga alergi. Ditambah lagi, alkohol juga bisa terserap ke aliran darah bayi melalui kulitnya yang tipis. 

3. Berisiko Tertelan

The charming child sitting on the bed Free Photo

Sumber: Freepik

Hand sanitizer umumnya dikemas dalam botol dengan berbagai warna, dan memiliki aroma yang menarik untuk bayi. Selain itu, bayi dan balita juga cenderung aktif bergerak dan kerap memasukkan tangan mereka ke dalam mulut. Akibatnya, anak mungkin saja penasaran dan menjilat cairan hand sanitizer melalui tangannya. Jika tak sengaja terminum, hand sanitizer akan membuat bayi keracunan alkohol. Bayi dan balita lebih rentan mengalami keracunan alkohol dibanding orang dewasa. Gejala keracunan yang muncul bisa berupa muntah, bayi tampak mengantuk dan sempoyongan, serta denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasannya menjadi turun. 

4. Menjaga Kebersihan Tangan Bayi

Sumber: Freepik

Untuk itu, penggunaan hand sanitizer untuk bayi tidak disarankan karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi dan berisiko tertelan. Sebagai alternatif, diperbolehkan untuk menggunakan tisu basah khusus bayi yang aman untuk bayi. Umumnya, tisu basah khusus bayi tidak mengandung parfum dan alkohol. Selain itu, tisu basah khusus bayi juga dapat kamu gunakan untuk membersihkan anggota tubuh bayi yang terkena kotoran atau barang-barang bayi. Penggunaan tisu khusus bayi pun harus diperhatikan agar tidak terjilat atau tertelan. 

5. Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir

Mom washes her baby s hands under the tap in a modern bathroom Premium Photo

Sumber: Freepik

Walaupun penggunaan hand sanitizer tidak dianjurkan untuk bayi, sedangkan penggunaan tisu khusus bayi lebih dianjurkan, maka sebaiknya orang tua memilih untuk membersihkan tangan bayi dengan air dan sabun. Mencuci tangan dengan air dan sabun terbukti jauh lebih efektif dibandingkan dengan tisu khusus bayi atau tisu antiseptik. Penggunaan tisu khusus bayi dianjurkan jika dalam kondisi tidak ada air. Selain itu, pastikan barang-barang bayi, seperti alat makan, dot, stroller, dan sebagainya sering dibersihkan, disemprot dengan disinfektan atau disterilisasi menggunakan alat sterilizer. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share