4 Protokol Kesehatan Bagi Ibu Menyusui saat Pandemi COVID-19

Sumber: Freepik

Walaupun sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa virus COVID-19 ditemukan dalam sampel cairan Air Susu Ibu (ASI), ibu yang sedang menyusui pun memiliki protokol kesehatan sendiri di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Namun, bayi termasuk golongan yang rentan terpapar virus corona karena kekebalan tubuhnya yang belum sempurna. Oleh karena itu, protokol kesehatan telah dirancang untuk melindungi ibu menyusui serta bayinya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menerbitkan Pedoman Bagi Ibu Hamil, Ibu Nifas, dan Bayi Baru Lahir Selama Social Distancing. Jadi, apa saja sih protokol kesehatan yang harus dipatuhi ibu menyusui? 

1. Menjaga Kebersihan 

Side view of person washing their hands with water Free Photo

Sumber: Freepik

Protokol kesehatan yang paling penting untuk dilakukan oleh ibu menyusui adalah menjaga kebersihan sang ibu. Ibu dituntut untuk selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir sebelum menyentuh dan memberi ASI pada bayi. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesudah buang air kecil, buang air besar, dan sebelum makan.

Sebelum dan sesudah memegang bayi juga biasakan mencuci tangan, ya! Kemudian, cuci botol ASI secara rutin dengan air mengalir dan sabun yang aman untuk bayi sebelum dan sesudah digunakan. Selain itu, bersihkan juga pompa ASI sebelum dan sesudah digunakan. Saat ibu sedang merasa kurang fit, gunakan masker selama menyusui si kecil agar tidak tertular penyakit yang sedang diderita ibu. 

2. Menjaga Asupan Nutrisi Ibu 

Different nuts in a plate closeup Free Photo

Sumber: Freepik

Ibu menyusui juga dituntut untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Dengan itu, kualitas ASI juga akan semakin baik untuk dikonsumsi si kecil. Ibu menyusui harus mengonsumsi makanan-makanan tertentu untuk kekebalan tubuh dirinya dan meningkatkan kualitas ASI, sehingga si kecil juga tidak gampang sakit. Contohnya mengonsumsi sayuran hijau yang tidak hanya baik untuk memenuhi nutrisi harian ibu, tapi bermanfaat juga untuk memenuhi nutrisi si kecil melalui pemberian ASI.

Ibu dapat mengonsumsi sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, dan daun katuk. Selain itu, konsumsi kacang-kacangan dapat memperlancar produksi ASI, lho! Jadi, ibu menyusui dapat mengonsumsi kacang-kacangan sebagai menu camilan harian. Ibu dapat mengonsumsi kacang-kacangan, seperti kacang merah yang baik untuk menjaga energi bagi ibu menyusui karena mengandung zat besi, seng, kalium, folat, hingga serat. 

3. Hindari Kontak Fisik Dengan Orang LainAsian newborn baby with mother | Premium Photo

Sumber: Freepik

Saat si kecil masih menyusui, sebaiknya hindari kontak fisik dengan orang lain. Usahakan agar orang asing maupun rekan-rekan kamu tidak menyentuh si kecil agar terhindari dari penyebaran virus corona. Selain itu, usahakan ibu tidak bersalaman dengan orang lain saat hendak menyusui.

Sistem kekebalan tubuh bayi yang belum sempurna membuatnya rentan terinfeksi virus-virus yang ada di luar sana. Dengan menghindari sentuhan fisik dengan orang lain, baik bayi maupun ibu menyusui pun sama-sama terlindungi dari bahaya virus corona. Usahakan agar ibu tidak bersalaman dengan orang lain dan mengganti kebiasaan bersalaman dengan melambai atau tersenyum. Hindari juga orang lain yang ingin menggendong si kecil, ya! 

4. Menjaga Kebersihan Barang BayiAsian female wearing protective face mask with shopping cart at ...

Sumber: Freepik

Selain mencuci botol susu, pompa ASI, dan dot bayi sesudah dan sebelum dipakai, ibu juga harus memperhatikan kebersihan barang-barang bayi yang lain. Ibu bisa mencuci barang-barang bayi dengan sabun khusus bayi yang aman dan tidak menimbulkan iritasi bagi kulit bayi. Ibu juga bisa menggunakan desinfektan spray untuk mensterilisasi barang-barang di sekitar bayi dan yang sering digunakan oleh bayi.

Pastikan ibu memilih desinfektan spray yang aman dan tidak menimbulkan reaksi pada bayi. Kemudian, yang terpenting adalah sebisa mungkin ibu menyusui menghindari tempat-tempat yang ramai dan berdesakan. Jika memang sangat diperlukan untuk ke luar rumah, pastikan selalu menjaga jarak aman dengan orang lain minimal 1,5 meter sesuai dengan anjuran WHO. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share