4 Perbedaan Extrovert dan Introvert, Apa Saja? 

Sumber foto : Freepik

Istilah extrovert dan introvert pasti sering kamu dengar. Kedua hal ini adalah tipe kepribadian yang berhubungan dengan bagaimana seseorang tersebut berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya, setiap orang memiliki sisi introvert dan extrovert di dalam kepribadian mereka masing-masing. Akan tetapi, salah satu sisi akan muncul lebih dominan dalam karakter orang tersebut. Apa saja ya perbedaan antara dua kepribadian tersebut? Check this out! 

1. Kepribadian Introvert vs Extrovert

Young man reading book at home taking notes Premium Photo

Sumber: Freepik

Introvert dianggap sebagai individu yang reflektif, pribadi, dan bijaksana. Sementara, extrovert dianggap sebagai individu yang suka berteman, asertif, adaptif, dan merasa bahagia untuk mengambil risiko. Mereka yang memiliki kepribadian introvert, lebih senang menghabiskan waktu sendirian, lebih menyukai percakapan individu antar individu, dan lebih suka mendengar. Selain itu, kepribadian introvert juga selalu berpikir ulang sebelum mengambil keputusan,

introspektif, lebih sadar diri, berpikir sebelum bertindak, dan mampu bersosialisasi dengan orang yang sudah mereka kenal sebelumnya. Bagi mereka yang memiliki kepribadian extrovert, mereka lebih suka bersosialisasi dengan orang lain, membuat keputusan dengan cepat, dan lebih suka berbicara dibanding mendengar. Kemudian, mereka komunikatif, ekspresif, dan merasa nyaman menjadi pusat perhatian. 

2. Sosialisasi dan Komunikasi

Group of young three stylish friends posing in the street. fashion man and two cute girls dressed in casual summer clothes. smiling models having fun in sunglasses.cheerful women and guy outdoors Free Photo

Sumber: Freepik

Dalam situasi sosial, kepribadian extrovert dan introvert menunjukkan perilaku yang sangat berbeda. Extrovert menunjukkan kecenderungan untuk mencari sesuatu, terlibat dalam sesuatu, dan menikmati interaksi sosial, sedangkan introvert cenderung menghindari atau menarik diri dari situasi sosial. Mereka yang berkepribadian introvert cenderung lebih tenang, mendapatkan kesenangan dari menghabiskan waktu sendirian.

Ekstrovert lebih berenergi ketika bersama orang-orang sekitar, dan menjadi pusat perhatian dalam kelompok sosial yang besar. Para extrovert juga lebih suka berbicara dengan suara yang keras dan suka memulai percakapan. Extrovert membuat lebih banyak kontak mata dengan orang sekitar dibanding introvert. Selain itu, extrovert juga lebih percaya diri dan lebih akurat saat menafsirkan makna dari komunikasi nonverbal daripada introvert. 

3. Cara Kerja Otak Extrovert

What Is an Extrovert? Personality, Characteristics, Type, and More

Sumber: Healthline

Penelitian menemukan bahwa ada perbedaan dalam otak orang yang ekstrovert dan introvert dalam hal bagaimana mereka memproses penghargaan atau reward. Untuk ekstrovert, otak mereka merespons lebih kuat ketika pertaruhan terbayar. Ketika pertaruhan yang mereka lakukan terbayar, para ekstrovert menunjukkan respons yang lebih kuat di dua wilayah otak, yaitu amigdala dan nukleus accumbens.

Nukleus accumbens adalah bagian dari sistem dopamin, yang memengaruhi cara kita belajar, dan secara umum dikenal karena memotivasi kita untuk mencari penghargaan atau hadiah. Perbedaan dalam sistem dopamin di otak ekstrovert cenderung mendorong mereka untuk mencari hal-hal baru, mengambil risiko, dan menikmati situasi yang tidak dikenal. Amigdala bertanggung jawab untuk memproses rangsangan emosional, yang memberi semangat pada ekstrovert ketika mereka mencoba sesuatu yang baru dan dapat membuat mereka senang. 

4. Bagaimana Introvert Memproses Rangsangan 

Young man reading stack of books lying on bed Premium Photo

Sumber: Freepik

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bagaimana introvert dan ekstrovert memproses rangsangan. Artinya, stimulasi yang masuk ke otak kita diproses secara berbeda tergantung pada kepribadian kamu. Untuk ekstrovert, jalurnya jauh lebih pendek. Ini berjalan melalui area di mana rasa, sentuhan, dan pemrosesan indera visual dan pendengaran terjadi.

Untuk introvert, rangsangan berjalan melalui jalur panjang dan rumit di area otak yang terkait dengan mengingat, merencanakan, dan memecahkan masalah. Oleh karena itu, para introvert selalu berpikir ulang sebelum bertindak dan sangat berhati-hati terhadap tindakan mereka. Mereka yang introvert lebih tenang, dan terkontrol dibanding extrovert. Introvert dibekali dengan  ambang sensoris yang rendah dan rangsangan kortikal tinggi, sehingga mereka lebih suka kegiatan-kegiatan yang memerlukan konsentrasi dan ketelitian yang tinggi. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share