4 Penyakit yang Dapat Disebabkan Oleh Stres

Sumber: Freepik

Stres adalah reaksi tubuh yang muncul ketika seseorang mengalami ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Stres dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, bahkan bersemangat. Stres juga ternyata memicu respon tubuh, baik secara fisik maupun mental. Stres umumnya hanya bersifat sementara dan berakhir saat kondisi yang menyebabkan tekanan atau frustasi tersebut dilewati. Ternyata, stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik serta melemahkan daya tahan tubuh. Lalu, apa saja sih penyakit yang dapat disebabkan oleh stres? Check this out! 

1. Depresi

Sad man holding head with hand Free Photo

Sumber: Freepik

Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Seseorang dinyatakan depresi jika sudah 2 minggu mengalami merasa sedih, tidak berharga, dan putus harapan. Jika dibiarkan berlanjut dan tidak mendapatkan penanganan, depresi bisa menyebabkan penurunan produktivitas kerja, hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri.

Depresi ditandakan dengan perasaan lelah, tak bertenaga, mengalami pusing, dan menurunnya selera makan. Depresi umumnya disebabkan oleh peristiwa traumatis, memiliki penyakit kronis atau serius, mengonsumsi jenis obat tertentu, dan memiliki riwayat penyakit mental lainnya. Untuk itu, terlalu banyak paparan stres atau stres kronis bisa menyebabkan depresi bagi kelompok rentan. 

2. Flu

Cute sick redhead girl with allergy sneezing in napkin Free Photo

Sumber: Freepik

Tidak hanya depresi, stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan imun tubuh terganggu. Kadar hormon kortisol yang melonjak tajam ketika stres mampu melemahkan respon imun terhadap berbagai ancaman, termasuk virus dan flu. Hormon kortisol sendiri sendiri adalah hormon stres yang berperan dalam respons inflamasi tubuh. Selain itu, kelelahan yang berlebihan secara emosional juga dapat menyebabkan flu.

Akibatnya, seseorang yang mengalami stres lebih mudah terinfeksi flu. Bahkan dapat bertambah parah jika stres yang dialami tak kunjung diatasi. Dengan adanya stres kronis, maka hormon kortisol akan dirproduksi berlebihan dan sistem kekebalan tubuh menjadi resisten, sehingga peradangan lebih lama sembuh meski virus flunya sudah hilang. 

3. Gangguan Tidur

Beautiful asian young woman sitting on bed take sleeping pill or night medicine in bedroom. unhealthy sick indian female suffers from insomnia or headache, depressed girl holds antidepressant meds. Free Photo

Sumber: Freepik

Stres juga membuat otak dipenuhi dengan beban pikiran dan emosi, sehingga dapat memicu timbulnya gangguan tidur, seperti insomnia. Jika dibiarkan berlarut-larut, gangguan tidur dapat berimplikasi pada tekanan darah hingga dapat memperpendek usia, lho! Stres dapat membuat pikiran menjadi tidak tenang dan gelisah di malam hari.

Akibatnya, seseorang yang mengalami kurang tidur dapat mengganggu produktivitas, cepat lelah, dan bisa mengembangkan risiko depresi. Tidak hanya itu, sistem kekebalan tubuh juga berpengaruh ketika kualitas tidur terganggu yang disebabkan oleh stres. Selain itu, umumnya orang yang sedang merasakan stres akan mengonsumsi lebih banyak kafein yang akhirnya membuat mereka susah tidur.

4. Penyakit Jantung

Close-up of a man with heart attack symptoms touching his heart with two hands Free Photo

Sumber: Freepik

Orang yang mengalami stres berat rentan mengalami penyakit jantung. stres dapat menurunkan kesehatan jantung dengan berbagai cara sehingga membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit kardiovaskuler. Saat stres, tekanan darah akan meningkat yang kemudian menyebabkan seseorang berisiko terkena penyakit jantung. Ketika tekanan darah tinggi, maka aliran darah tidak lancar, sehingga bisa saja menimbulkan gangguan pada kerja jantung.

Selain meningkatkan tekanan darah, stres juga bisa sebabkan risiko penyakit jantung semakin besar akibat berat badan naik tanpa kendali. Mereka yang sedang stres kerap menjadikan makanan sebagai pelarian dan membuat nafsu makan meningkat. Hal ini terkait dengan hormon kortisol saat stres terjadi. Efek dari naiknya hormon kortisol ini membuat seseorang makan berlebihan. Porsi makan yang berlebihan merupakan salah satu faktor dari penyakit jantung. Oleh karena itu, saat mengalami stres, sebaiknya kamu langsung mengatasinya dengan baik, ya! 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share