4 Gejala, Penyebab dan Ciri Vaginitis yang Harus Diwaspadai

Sumber: Freepik

Vaginitis adalah peradangan pada vagina yang ditandai dengan rasa gatal pada vagina dan keputihan. Keputihan yang terjadi pada penderita vaginitis ini berbau tidak sedap. Keputihan yang normal biasanya tidak berbau. Vaginitis atau yang biasa disebut dengan radang vagina menyebabkan pembengkakan, rasa gatal, perih, atau infeksi pada vagina. Radang vagina dapat terjadi pada wanita usia berapapun. Yuk kenali penyebab dan ciri-ciri vaginitis di bawah ini! 

1. Penyebab Vaginitis

Gynecologist holding trans vaginal ultrasound wand to exam a woman Premium Photo

Sumber: Freepik

Radang vagina dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, atau virus. Penyebab paling umum dari radang vagina adalah bacterial vaginosis, infeksi jamur, trichomoniasis, dan vaginitis non infeksius. Keberadaan bakteri pada vagina sebenarnya adalah hal yang normal, selama jumlahnya seimbang. Vaginitis terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara jumlah bakteri ‘baik’ dan bakteri ‘jahat’ di vagina. Untuk menemukan penyebab vaginitis dan cara menanganinya, kamu perlu mengonsultasikan masalah ini dengan dokter spesialis kelamin.

Tidak hanya itu, vaginitis dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual, seperti trikomoniasis, klamidia, dan herpes genital. Vaginitis perlu segera ditangani, terutama jika terjadi pada ibu hamil, karena berisiko menyebabkan bayi terlahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Radang vagina paling sering terjadi pada wanita muda yang secara aktif secara seksual. Selain itu, vaginitis juga dapat disebabkan oleh penipisan dinding vagina akibat penurunan kadar estrogen, misalnya setelah menopause atau setelah operasi pengangkatan rahim. 

2. Faktor Risiko Vaginitis 

Gynecologist holding an iud birth control device Premium Photo

Sumber: Freepik

Ternyata, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita menderita vaginitis. Penyebab yang menimbulkan vaginitis antara lain seperti bergonta-ganti pasangan seksual, menderita diabetes yang tidak terkontrol, melakukan vaginal douching atau membersihkan bagian dalam vagina, sering mengenakan celana dalam yang lembab dan ketat.

Penggunaan KB spiral atau spermisida, menggunakan produk pembersih kewanitaan, perubahan hormon akibat kehamilan atau konsumsi pil KB. Atau apabila tidak menggunakan KB, vaginitis dapat timbul sebagai efek samping dari obat-obatan, seperti antibiotik atau kortikosteroid. 

3. Gejala Vaginitis

Woman are scratching the vagina Premium Photo

Sumber: Freepik

Gejala-gejala umum yang kerap terjadi, yaitu keputihan berwarna putih atau kuning kehijauan yang berbau tidak sedap. Ketika cairan pada vagina mengalami perubahan konsistensi, warna, dan bau, maka itu bisa menjadi pertanda ada yang tidak normal pada tubuh kamu.

Selain itu, gejala vaginitis lainnya adalah gatal di area vagina atau sekitarnya, misalnya pada vulva atau labia mayora. Pada penderita vaginitis juga kerap mengalami kemerahan dan nyeri di sekitar vagina (vulvitis). Penderita vaginitis juga bahkan dapat mengalami pendarahan atau flek dari vagina. Tidak hanya itu, mereka juga kerap mengalami nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seks. 

4. Gejala Lain Vaginitis

Cropped panorama of gynecologist examining a patient who is sitting in a gynecological chair. female health concept. Premium Photo

Sumber: Freepik

Gejala lain yang menyertai vaginitis juga dapat berbeda, tergantung dengan penyebab dari vaginitis itu sendiri. Ciri-ciri vaginitis yang disebabkan oleh bakterial vaginosis adalah keluar cairan berwarna abu-abu, putih atau kuning yang berbau amis. Kondisi ini dapat disertai rasa gatal dan muncul aroma kurang sedap saat berhubungan seksual. Selanjutnya, vaginitis yang disebabkan oleh kandidiasis memiliki gejala, seperti keluar cairan berwarna putih tebal yang menyerupai susu basi, namun tidak berbau.

Gejala tersebut dapat disertai dengan gatal dan kemerahan pada vulva, sensasi rasa panas dan terbakar pada vulva, dan nyeri saat berhubungan seksual. Terakhir, ciri-ciri vaginitis yang disebabkan oleh trikomoniasis adalah keluar cairan berbusa dari vagina dalam warna berbeda-beda, seperti putih, abu-abu, kuning atau hijau. Selain itu juga terdapat keluhan gatal, terbakar, dan nyeri pada area vagina dan vulva, juga rasa terbakar saat berkemih dan muncul aroma tidak sedap saat berhubungan seksual. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share