4 Fakta Vaksin COVID-19 Lokal dan Impor yang Perlu Kamu Tahu

Sumber: Freepik

Korban terinfeksi COVID-19 di Indonesia sudah mencapai angka 120 ribu jiwa. Namun, sampai saat ini belum ditemukan adanya obat untuk menyembuhkan atau mencegah infeksi virus corona. Beberapa bulan terakhir, media dikejutkan dengan penemuan vaksin virus corona dari China yang telah mencapai uji klinis tahap 3. Hal ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi semua orang karena vaksin bersifat membentuk antibodi pada tubuh, sehingga tubuh akan kebal terhadap suatu virus. Tidak hanya itu, Korea Selatan pun meluncurkan vaksin yang sudah memasuki uji klinis tahap 2 di Indonesia. Kabarnya, Indonesia juga mengembangkan vaksin lokal COVID-19 yang dikembangkan oleh Konsorsium Nasional melalui Bio Farma. Lantas, vaksin apa saja yang sedang dikembangkan? Yuk simak fakta-faktanya di bawah ini!

1. Vaksin Sinovac

Hand holding syringe and medicine vial prepare for injection in operating room Premium Photo

Sumber: Freepik

Salah satu perusahaan farmasi di Indonesia, yaitu Bio Farma menggandeng vaksin buatan China, yaitu Sinovac sebagai mitra pengembangan vaksin COVID-19. Saat ini sebanyak 2.400 dosis vaksin sinovac telah tiba di Indonesia yang akan dipergunakan untuk kebutuhan uji klinis tahap 3 di bulan Agustus. Perlu diketahui bahwa uji klinis tahap tiga akan dilihat dari imunogenitas (kemampuan menginduksi respon imun tubuh) hingga masalah keamanan vaksin corona.

Pihak Sinovac sendiri mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 belum menyebabkan efek samping yang parah. Apabila uji klinis vaksin sinovac tahap tiga lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada tahun 2021 mendatang. Metode pengembangan vaksin yang dilakukan adalah metode inaktivasi. Inaktivasi adalah metode pembuatan vaksin dengan menggunakan versi tidak aktif dari jenis virus penyebab penyakit tertentu.

2. Vaksin Genexine

Scientists wearing masks and gloves holding a syringe with a vaccine to prevent covid-19 Free Photo

Sumber: Freepik

Selain China, Korea Selatan juga mengembangkan vaksin untuk COVID-19 yang bernama vaksin genexine. Dalam rangka memerangi pandemi virus corona, Indonesia juga menggandeng perusahaan Genexine dari Korea Selatan. Penelitian tentang vaksin sejauh ini telah dilakukan pada primata dan telah menunjukkan hasil yang positif.

Uji coba vaksin pada hewan menunjukkan bahwa vaksin genexine mampu menghasilkan antibodi yang diyakini bisa menetralkan virus corona baru. Dalam perkembangannya, vaksin genexine dilaporkan telah mendapatkan persetujuan uji klinis manusia pada pertengahan Juni lalu. Percobaan terdiri dari bagian fase I ada 40 sukarelawan sehat diikuti oleh evaluasi fase IIa terkontrol plasebo dari dua tingkat dosis pada 150 pasien.

3. Vaksin Lokal 

Vaccine detail in the laboratory Premium Photo

Sumber: Freepik

Tidak hanya China dan Korea Selatan yang memproduksi vaksin COVID-19. Vaksin lokal asal Indonesia ini dikembangkan oleh Konsorsium Nasional dan diprediksi baru akan tersedia bagi masyarakat pada awal atau pertengahan 2022 mendatang. Pengembangan vaksin lokal ini dilakukan oleh perusahaan farmasi Bio Farma di bawah konsorsium nasional yang dibentuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain Bio Farma, konsorsium tersebut terdiri dari Eijkman Institute, kementerian dan institusi terkait, serta perguruan tinggi. Vaksin lokal yang disebut-sebut bernama vaksin merah putih ini diprioritaskan diberikan untuk kelompok usia lanjut dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Uji klinis akan dilakukan pada kuartal ketiga 2021 dan jika hasil uji klinisnya bagus, maka vaksinnya akan tersedia untuk masyarakat di tahun 2022. 

4. Manfaat Vaksin COVID-19Interior of clean modern white medical or chemical laboratory ...

Sumber: Freepik

Masing-masing vaksin memiliki manfaatnya masing-masing. Apa saja? Pada vaksin sinovac, selain tidak menimbulkan efek samping yang parah pada relawan yang telah diberikan vaksin, vaksin sinovac telah menimbulkan respon kekebalan tubuh untuk percobaan pada manusia. Vaksin virus corona ini juga menunjukkan adanya perlawanan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus corona.

Sinovac mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 belum menyebabkan efek samping yang parah dan lebih dari 90 persen orang yang diberi suntikan pada interval 14 hari telah menginduksi antibodi penawar dua minggu setelah inokulasi. Selanjutnya pada vaksin asal Korea Selatan, yaitu Genexine, merupakan vaksin DNA yang dirancang untuk membuat antigen dengan terlebih dahulu memasukkan asam nukleat ke dalam tubuh. Antigen kemudian menghasilkan respons imun yang diinduksi.

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share