4 Fakta Rapid Test Untuk Lansia, Apa Saja?

Sumber foto : Freepik

Lansia adalah salah satu golongan yang rentan terhadap infeksi virus corona. Lansia lebih rentan terkena virus corona dibanding orang dewasa dan anak-anak karena seiring dengan bertambahnya usia, tubuh juga mengalami penurunan fungsi organ. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan virus corona banyak menyebabkan infeksi berat dan kematian pada orang lanjut usia (lansia) dibandingkan orang dewasa atau anak-anak. Sekitar 22% kematian yang terjadi akibat corona adalah lansia yang berumur di atas 80 tahun. Oleh karena itu, lansia disarankan untuk melakukan skrining awal untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh dengan melakukan rapid test. Yuk kenali fakta-fakta tentang rapid test untuk lansia! 

1. Mengenal Rapid Test 

Rapid covid-19 test for detection of specific antibodies Premium Photo

Sumber: Freepik

Rapid test adalah metode awal melalui sampel darah untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan  IgG yang diproduksi oleh tubuh dalam melawan virus corona. Antibodi tersebut akan terbentuk jika tubuh terinfeksi virus corona. Jadi, jika antibodi tersebut terdeteksi di dalam tubuh seseorang, maka tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus corona. Namun, pembentukan antibodi tersebut butuh waktu sampai beberapa minggu.

Jika seseorang terinfeksi virus corona, maka tubuh orang tersebut akan merespon dengan mengeluarkan antibodi yang akan muncul pada hari ke 6 atau 7 setelah infeksi. Oleh karena itu, fungsi rapid test hanyalah sebatas pemeriksaan penyaring atau pemeriksaan skrining, bukan untuk mendiagnosa infeksi virus corona. Rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit untuk memberikan hasil dari sampel darah manusia. 

2. Mengapa Lansia Harus Rapid Test?

Young happy woman wearing disposable gloves smiling while showing the negative result of coronavirus infection in a rapid laboratory covid-19 test kit. Premium Photo

Sumber: Freepik

Lansia termasuk ke dalam golongan yang rentan terhadap infeksi virus corona, selain balita, ibu hamil, dan mereka yang menderita penyakit kronis. Hal itu dikarenakan sistem imun pada lansia tidak bekerja sekuat ketika masih muda, maka lansia rentan terserang berbagai penyakit, termasuk virus corona. Selain itu, tidak sedikit lansia yang memiliki penyakit kronis, diabetes, penyakit jantung, asma, atau kanker. 

Hal itu bisa meningkatkan risiko infeksi virus corona. Komplikasi yang timbul akibat infeksi virus corona juga akan lebih parah jika penderitanya sudah memiliki penyakit-penyakit tersebut. Oleh karena itu, lansia disarankan untuk melakukan rapid test agar bisa terdeteksi lebih awal. Jika virus corona sudah terdeteksi, maka perawatannya pun akan disesuaikan dengan kondisi tubuh para lansia. 

3. Cara Kerja Rapid Test

Male surgeon using digital tablet in operation room Free Photo

Sumber: Freepik

Prosedur pemeriksaan melalui rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari. Kemudian sampel darah tersebut diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi diteteskan pada alat rapid test. Pada test kit tersebut, terdapat 3 keterangan yang bertuliskan C, IgG dan IgM. Jika setelah tes muncul garis C dan IgG atau IgM maka hasilnya positif COVID-19.

Hasil tes akan muncul 10-15 menit setelah sampel darah dan cairan untuk menandai antibodi diteteskan. Selanjutnya, jika garis yang muncul berada di sebelah keterangan C, IgG, dan IgM, maka itu menunjukkan bahwa antibodi sedang dalam fase aktif. Sedangkan, ketika gejala yang dialami pasien mulai berkurang seiring dengan kondisi tubuh mulai membaik, garis yang akan muncul pada test kit berada di sebelah keterangan C dan IgG. 

4. Tips Rapid Test Untuk LansiaExplaining Family | Free Vectors, Stock Photos & PSD

Sumber: Freepik

Bagi lansia yang ingin melakukan rapid test, sebaiknya pilih drive thru rapid test. Lansia berisiko tinggi mengalami komplikasi yang tinggi akibat virus corona. Dengan drive thru rapid test, rapid test bisa dilakukan tanpa harus berkunjung ke rumah sakit. Skema rapid test sendiri dinilai efektif sebagai langkah utama untuk mendeteksi penyebaran virus corona. Namun, pasien tetap harus menggunakan masker saat melakukan drive thru rapid testLayanan drive thru rapid test ini dinilai lebih mudah, cepat, serta aman.

Hal ini dikarenakan pelaksanaan drive thru rapid test  dilakukan di mobil dan meminimalisir kontak langsung dengan orang lain. Selain itu, adanya drive thru rapid test juga mengurangi kunjungan pasien ke rumah sakit yang dianggap rentan dalam penularan virus. Namun, jika terpaksa melakukan rapid test di klinik atau rumah sakit,  tetap ikuti protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, ya! 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share