4 Fakta Rapid Test Untuk Ibu Hamil, Amankah?

Sumber: Freepik

Rapid test adalah salah satu metode awal melalui sampel darah untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan  IgG yang diproduksi oleh tubuh dalam melawan virus corona. Antibodi tersebut akan terbentuk jika tubuh terinfeksi virus corona. Semua orang bisa melakukan rapid test, tidak terkecuali ibu hamil. Namun, terdapat beberapa kekhawatiran apakah rapid test aman untuk ibu hamil, dan apakah ibu hamil perlu melakukan rapid test. Simak jawabannya di bawah ini! 

1. Wajib Rapid Test Sebelum Melahirkan

Express covid-19 test for igm and igg antibodies to novel coronavirus sars-cov-2, covid-19. nurse or medtech hand in glove Premium Photo

Sumber: Freepik

Bagi kamu yang sedang hamil, siap-siap kalau kamu diwajibkan untuk melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum melahirkan. Rapid test penting dilakukan untuk menentukan metode melahirkan apa yang akan dilakukan, seperti normal atau caesar. Jika hasil rapid test negatif, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan persalinan normal.

Sebaliknya, jika hasil rapid test positif akan dilakukan tes lanjutan, yaitu swab test untuk menentukan apakah orang tersebut terinfeksi virus corona atau tidak. Jika hasil  rapid test atau swab test positif, maka ibu hamil dianjurkan untuk melakukan persalinan secara caesar. Dengan operasi caesar, diharapkan dapat meminimalisasi risiko tenaga kesehatan yang menangani persalinan terpapar virus corona. 

2. Kapan Melakukan Rapid Test? 

Doctor shows rapid laboratory covid-19 test for detection of igm and igg antibodies to novel coronavirus, sars-cov-2 with positive result. herd immunity protects population from this new virus. Premium Photo

Sumber: Freepik

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus mengeluarkan peraturan yang mewajibkan ibu hamil untuk melakukan rapid test menjelang melahirkan untuk mengantisipasi lebih asal kemungkinan yang terjadi. Peraturan tersebut dikeluarkan untuk menjamin keamanan ibu hamil serta petugas kesehatan. Jika hasil rapid test dan swab test positif, maka tenaga kesehatan yang dikerahkan untuk menangani persalinan caesar pun wajib mengenakan APD level tiga.

Semua biaya yang dikeluarkan untuk rapid test dan swab test akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, karena termasuk kedaruratan dan berisiko tinggi. Ibu hamil wajib melakukan rapid test ketika kandungan memasuki usia 37 – 38 minggu masa kehamilan. Sebelum masa kelahiran atau hamil tua, ibu hamil diharapkan untuk melakukan rapid test di puskesmas terdekat. 

3. Bagaimana Jika Positif? 

Female doctor taking a throat culture Premium Photo

Sumber: Freepik

Jika hasil rapid test reaktif, maka akan dilanjutkan dengan PCR swab test. Sebelum melanjutkan swab test, kemungkinan ibu hamil juga kemungkinan menjalani CT scan pada paru-paru. Rata-rata hasil swab test baru keluar minimal 2×24 jam. Oleh karena itu, untuk mencegah kemungkinan terburuk, ibu hamil dengan hasil rapid test positif melakukan persalinan secara caesar.

Perlakuan terhadap bayi yang dilahirkan ibu dengan status Covid-19 berbeda dengan ibu yang negatif. Untuk menghindari kontak fisik yang berisiko penularan, bayi tidak boleh IMD (inisiasi menyusui dini), tidak boleh dirawat gabung dengan ibu, dan hanya boleh diberi ASI perah. Itu dilakukan sampai ibu tidak bergejala dan hasil swab berikutnya adalah negatif, sehingga pelayanan kesehatan perlu memiliki ruangan khusus untuk perawatan ibu yang positif dan negatif COVID-19.

4. Wajib Mengikuti Protokol Kesehatan 

A pregnant girl gets an ultrasound of her abdomen at the clinic. medical examination. Premium Photo\

Sumber: Freepik

Baik rapid test dan swab test, keduanya aman untuk dilakukan oleh ibu hamil. Namun, di tengah pandemi seperti saat ini, ibu hamil perlu melakukan proteksi ekstra untuk dirinya dan bayi di dalam kandungannya. Hal itu dikarenakan ibu hamil termasuk kepada golongan yang rentan terinfeksi virus corona, seperti lansia, balita, dan orang-orang yang memiliki penyakit kronis.

Bagi ibu hamil, usahakan tidak keluar rumah dan selalu melakukan jaga jarak fisik. Gunakan masker dan selalu mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, usahakan selalu mengontrol kondisi kandungan pada dokter kandungan minimal sebulan sekali. Tidak hanya itu, perhatikan asupan nutrisi agar kekebalan tubuh selalu terjaga. Jika perlu, konsumsi suplemen atau susu yang direkomendasikan oleh dokter kandungan. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share