4 Fakta Klaster Tempat Makan di Indonesia

Sumber foto : Freepik

Beberapa waktu lalu, Fazzdoc membagikan kasus penyebaran kasus COVID-19 di sebuah kedai kopi di wilayah Paju, Korea Selatan. Kasus tersebut dinyatakan sebagai kasus Super-Spreader yakni dimana individu yang dapat menularkan virus atau penyakit ke banyak orang. Tahukah kamu bahwa kasus serupa ditemukan di Indonesia, namun penularan berada di tempat makan. Dilansir dari Kompas (10/9), terdapat sebuah kasus COVID-19 di sebuah warung soto Lamongan di Yogyakarta pada bulan Agustus kemarin, awalnya terdapat 10 kasus positif COVID-19. 

Sumber foto : Freepik

Diduga, mereka tertular dari penjual soto Lamongan dan setelah dilakukan Contact Tracing pada bulan September, jumlah kasus virus corona meningkat menjadi total 20 kasus. Mereka yang dinyatakan positif COVID-19 adalah keluarga, staf, dan para pengunjung warung soto Lamongan di Yogyakarta tersebut. Bahkan, terdapat 1 kasus dimana orang tersebut tidak makan langsung di restoran (dine in), melainkan untuk dibawa pulang (take away). Namun, ia tak luput dari penularan virus corona. 

Sumber foto : Freepik

Kasus tersebut menunjukkan urgensi keberadaan klaster tempat makan. Menurut akun @pandemictalks, klaster tempat makan terjadi saat satu orang positif COVID-19 menulari pengunjung dan staf tempat makan lainnya. Penularan dimulai umumnya saat pengunjung atau staf tempat makan yang tak bergejala (OTG) COVID-19. Penularan terjadi ke pengunjung atau staf tempat makan melalui kontak langsung dan tidak langsung (droplet dan aerosol). Mari simak fakta-fakta lain mengenai klaster tempat makan ini!

1. Kasus-Kasus COVID-19 di Tempat Makan

Sumber foto : Freepik

Kasus klaster tempat makan terjadi di Semarang, tepatnya di Warung Bu Fat dimana terdapat 20 kasus COVID-19. Dilansir dari Kumparan (11/9), kasus berawal dari pemilik tempat makan yang terkena flu. Setelah dilakukan swab test ke 30 staf dan warga sekitar, ditemukan 20 diantaranya positif COVID-19. Bahkan di wilayah Jabodetabek, tepatnya Bogor, terdapat sejumlah 8 kasus yang berada di klaster tempat makan. 

Terjadi di Rumah Makan Pondok Bahrein, tercatat tracing terdapat 17 orang kontak erat dan pemilik tempat makan meninggal dunia karena virus corona. Demikian informasi tersebut didapat dari CNN Indonesia (2/7). Kemudian, terdapat 15 kasus di Rumah Makan Rawon di Probolinggo. 15 dari 20 staf tempat makan dinyatakan positif COVID-19. Bahkan, terdapat kasus kematian sejumlah 2 orang yakni pemilik tempat makan dan sang anak. 

2. Mengapa Klaster Tempat Makan Berbahaya?

Sumber foto : Freepik

Dilansir dari sebuah utas di akun @pandemictalks yang merupakan platform data dan informasi terkini mengenai COVID-19, klaster tempat makan dapat menyebabkan paling tidak 3 klaster baru yakni klaster keluarga pengunjung, klaster keluarga staf tempat makan dan klaster di tempat makan itu sendiri. Pengertian dari klaster adalah satu kelompok dengan satu kejadian kesehatan yang sama. Contohnya adalah klaster perkantoran yang disebut demikian karena penularan Corona terjadi pada satu kelompok yang sama dan kasus saling berhubungan. Terlebih tracing kasus terhitung sulit apabila tempat makan tidak melakukan pendataan yang tepat terhadap pengunjung yang datang. 

Bahkan, pada kasus klaster tempat makan di kedai soto Lamongan di Yogyakarta, pengunjung yang pakai masker pun ikut tertular dan pengunjung yang memilih untuk membungkus makanan (tidak dine in) juga terinfeksi COVID-19. Sebuah studi dari CDC (Centers for Disease Control), orang dewasa yang terinfeksi virus corona setidaknya pernah makan di restoran dalam 14 hari terakhir sebelum sakit. Terlebih, jika pengunjung tempat makan memilih untuk bersantap di area dalam restoran, dengan kapasitas tempat duduk yang dikurangi dan diberi jarak setidaknya 1,8 meter termasuk dalam risiko tinggi dalam tingkat risiko beraktivitas di tempat makan menurut CDC (Centers for Disease Control).

3. Cara Pencegahan untuk Masyarakat

Sumber foto : Freepik

Untuk masyarakat, disarankan untuk mengolah makanan di rumah dengan bahan-bahan segar yang diolah sendiri atau memanfaatkan layanan contactless delivery. Dengan mengolah panganan sendiri, kita lebih mudah mengontrol dan memastikan kualitasnya. Sebelum menyiapkan makanan, pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun antiseptik. Jika bahan makanan baru dibeli dari supermarket, cuci terlebih dahulu dengan air mengalir dan sabun. 

Pastikan alat makan dan alat memasak juga dicuci dengan bersih untuk menghindari virus atau bakteri yang menempel. Usahakan agar semua bahan makanan dimasak dengan matang dan mencucinya terlebih dahulu sebelum dimasak. Gunakan pisau yang berbeda saat memotong daging dan makanan matang, jika tidak bakteri yang masih menempel dalam makanan mentah dapat berpindah ke makanan yang sudah matang. Gunakan alas saat memotong bahan makanan, kita tidak tahu apakah ada bakteri atau virus yang menempel pada meja. 

4. Langkah Pencegahan untuk Para Pengelola Tempat Makan

Sumber foto : Fazzdoc

Untuk para pengelola tempat makan, terapkan sistem pendataan pengunjung yang ketat agar tracing mudah dilakukan. Untuk melakukan deteksi dini infeksi virus corona pada staf dan pengelola tempat makan, dapat dilakukan rapid test dan swab test yang disediakan nih oleh Fazzdoc! Terlebih untuk tempat makan yang memiliki banyak staf, deteksi dini terhadap virus corona perlu sekali dilakukan guna mencegah klaster tempat makan. 

Dari beberapa kasus klaster tempat makan dapat diilhami bahwa terdapat risiko penyebaran yang berasal baik dari pengunjung tempat makan maupun staf dan pemilik tempat makan. Rapid test berguna untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi tubuh dalam melawan virus corona, rapid test bagi karyawan bermanfaat untuk memberikan rasa aman dan tenang. Fazzdoc menyediakan layanan rapid test yang nyaman, aman dan praktis, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk memberikan hasil dari sampel darah serta rapid test diselenggarakan on site di lokasi tempat kerja. Cara nya mudah, cukup isi form di isi form di https://covid19.fazzdoc.com/rapid-test-company/

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share