4 Efek Samping Imunisasi Anak dan Bayi

Sumber: Freepik

Imunisasi adalah proses untuk membuat seseorang imun atau kebal terhadap penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang kekebalan tubuh. Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk antibodi atau daya tahan tubuh. Vaksin dapat merangsang tubuh agar menghasilkan antibodi yang dapat melawan kuman penyebab infeksi. Pemberian vaksin memiliki manfaat besar bagi bayi dan anak-anak karena kekebalan tubuhnya belum sempurna. Namun, pasca imunisasi ada beberapa efek samping yang wajar terjadi pada anak dan bayi. Yuk simak apa saja efek sampingnya dan cara mengatasinya di bawah ini! 

1. Apakah Anak Pasti Sakit Setelah Pemberian Vaksin? 

Hand in a blue glove holding syringe on blue Free Photo

Sumber: Freepik

Sebelum mengetahui apa saja efek samping imunisasi, mari kita kenali dulu apakah setiap pemberian imunisasi anak akan selalu sakit? Tidak hanya bayi dan anak-anak, orang dewasa juga mungkin akan mengalami sakit setelah imunisasi sebagai efek samping yang ditimbulkannya. Namun, sebagian besar vaksin jarang menimbulkan efek samping yang serius.

Risiko munculnya efek samping setelah vaksin masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan risiko kena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin. Setiap jenis vaksin memiliki efek samping yang berbeda-beda. Sakit setelah vaksin terjadi karena tubuh anak dimasukkan vaksin yang sudah jinak, kemudian tubuh akan memproduksi sebuah respon imun dengan cara yang sama seperti ketika tubuh sedang terkena penyakit, tetapi tanpa tubuh menunjukkan gejala penyakit tersebut.

2. Kemerahan Di Area yang DisuntikLittle asian girl holding a tissue and blow her nose. kid with ...

Sumber: Freepik

Efek samping yang seringkali muncul setelah divaksin adalah kemerahan, gatal, dan bengkak di area yang disuntik. Kulit yang bengkak setelah imunisasi merupakan salah satu pertanda bahwa tubuh mulai membentuk kekebalan terhadap penyakit. Peradangan ini biasanya muncul beberapa jam setelah imunisasi dan reda dengan sendirinya dalam satu minggu.

Beberapa jenis vaksin dapat menyebabkan kulit bengkak dan kemerahan, seperti vaksin BCG, vaksin hepatitis B, vaksin DPT, vaksin cacar air, dan vaksin MMR. Jadi, jika area yang telah disuntik mengalami gatal atau bengkak itu normal, kamu tidak perlu panik. Untuk meredakannya, kompres dingin area yang bengkak dan merah selama kurang lebih 10-20 menit. Bungkus kompres dingin dengan handuk atau kain agar tidak langsung menyentuh kulit. 

3. Demam RinganFussing | Free Vectors, Stock Photos & PSD

Sumber: Freepik

Selain mengalami ruam kemerahan, si kecil juga bisa mengalami demam yang umumnya muncul 24 jam  setelah vaksin diberikan dan berlangsung sekitar 1–2 hari. Demam yang terjadi pun biasanya demam ringan yang tidak perlu dikhawatirkan. Selain itu, mungkin si kecil akan mengalami demam yang disertai dengan gejala flu ringan yang akan hilang dalam beberapa hari saja.

Nah, untuk menanganinya cukup berikan anak asupan cairan yang cukup dengan memberinya ASI atau air mineral jika ia sudah boleh mengonsumsinya. Demam bisa mengakibatkan dehidrasi, sehingga penting untuk menjaga asupan cairan tubuhnya. Selain itu, saat demam hindari memakaikan pakaian berlapis pada anak karena membuatnya tidak nyaman. Ketika demam, pastikan anak menggunakan pakaian yang membuatnya terasa sejuk. Jika anak merasa kedinginan, gunakan selimut tipis di badannya. 

4. Kapan Harus Menghubungi Dokter? 

Doctor with a stethoscope in the hands and hospital background Free Photo

Sumber: Freepik

Gejala demam dan ruam merah pada kulit setelah imunisasi adalah hal yang normal. Gejala tersebut merupakan reaksi ringan yang muncul setelah vaksin menunjukkan bahwa imunisasi yang diberikan mulai bekerja pada tubuh. Munculnya reaksi ini menjadi tanda bahwa tubuh anak membuat antibodi baru. Biasanya, reaksi ini akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Namun, waspadai jika anak mengalami gejala-gejala, seperti anak tidak terbangun untuk menyusu, anak menangis tanpa henti hingga lebih dari dua jam, anak mengalami demam tinggi yang tidak wajar selama lebih dari 24 jam, dan anak bernapas dengan cepat. Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, segera kunjungi dokter atau rumah sakit untuk pertolongan pertama. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share