4 Cara Mengatasi Demam Pada Bayi

Sumber foto : Freepik

Demam pada bayi seringkali membuat orang tua kebingungan, apakah cukup dirawat di rumah saja, apakah harus dibawa ke dokter, atau ke rumah sakit. Demam merupakan mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Munculnya demam merupakan reaksi kekebalan tubuh seseorang yang sedang bekerja untuk memerangi infeksi. Demam pada bayi tidak selalu berbahaya, karena sebagian besar demam yang terjadi pada bayi dapat mereda dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Agar tidak panik, cek tips di bawah ini ya saat menghadapi bayi yang demam. 

1. Kompres

Tips Pertolongan Pertama Mengatasi Bayi Demam | Popmama.com

Sumber: Popmama

Sebagai langkah pertama untuk meredakan demam pada bayi, kamu bisa memberikan kompres air biasa atau air hangat. Pada dasarnya, penggunaan kompres hanya akan meredakan demam sementara, sehingga tubuh bayi akan lebih nyaman. Mungkin kamu sudah mengetahui cara ini karena sudah diturunkan secara turun-temurun. Letakkan handuk kecil yang sudah dibasahi air hangat pada dahi.

Jangan menggunakan air dingin agar suhu tubuh bayi tidak naik dan anak tidak menggigil. Kompres tidak hanya dapat diletakkan pada dahi, namun bisa diletakkan pada dada, perut, dan ketiak saat anak tidur atau berbaring. Diamkan kompres selama 20-30 menit. Jika kompres sudah kering, jangan lupa untuk menggantinya. Catat suhu tubuh bayi secara berkala setiap 1-2 jam. 

2. Cukupi Kebutuhan Cairan

Adorable baby boy drinking breast milk Premium Photo

Sumber: Freepik

Agar demam dapat mereda dan suhu tubuh turun, pastikan kamu mencukupi kebutuhan cairan si bayi dengan ASI atau susu formula. Jika bayi sudah cukup umur untuk mengonsumsi cairan selain ASI, cukupi kebutuhannya akan air putih. Jadikan ASI atau air putih sebagai minuman utama yang harus dikonsumsi oleh si kecil.

ASI mengandung nutrisi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Dengan mencukup kebutuhan cairannya, si kecil akan terhindar dari dehidrasi. Tidak perlu memberinya langsung dalam jumlah banyak, lebih baik sedikit tapi sering. Cara ini dapat membantu tubuh si kecil lebih cepat mengeluarkan panas. Jika bayi masih hanya mengonsumsi ASI, beri ASI sesuai dengan keinginannya. Bila bayi tak ingin menyusu, jangan memaksanya. 

3. Hindari Baju Tebal dan Jaga Suhu Ruangan

Doctor listens to small child with stethoscope Premium Photo

Sumber: Freepik

Sebaiknya pilih pakaian dengan bahan yang nyaman, sejuk, dan tidak terlalu tebal pada bayi. Pakaian tebal akan membuat tubuhnya kepanasan dan sulit untuk mengeluarkan panas tubuh, sehingga demamnya akan sulit mereda dan suhu tubuhnya akan sulit turun. Jika badan si kecil terasa panas atau hangat, sedangkan telapak kakinya dingin, kenakan pakaian yang nyaman dan dapat menyerap keringat. Kamu bisa memberikannya selimut tipis.

Selain itu, pastikan suhu ruangan tetap sejuk. Kamu dapat menggunakan pendingin ruangan namun pastikan suhunya tidak terlalu dingin untuk bayi. Hindari mengarahkan langsung pendingin ruangan atau kipas angin pada tubuh anak, karena akan membuatnya merasa menggigil dan kedinginan. Jika si kecil merasa kedinginan pada pendingin ruangan atau kipas angin, kamu boleh mematikan kedua pendingin tersebut dan pastikan suhu ruangan tetap sejuk. 

4. Kondisi yang Harus Diwaspadai 

Medicine, healtcare, pediatry and people concept - happy caucasian female doctor or pediatrician measuring baby's temperature by digital thermometer on medical exam at clinic Premium Photo

Sumber: Freepik

Tidak semua demam pada bayi dapat dirawat di rumah, terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan si kecil dibawa ke dokter atau ke rumah sakit. Jika bayi mengalami demam dengan suhu di atas 38 derajat dan usia bayi kurang dari 3 bulan, sebaiknya segera dibawa ke dokter. Bayi berusia kurang dari 3 bulan belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, sehingga sangat rentan terhadap infeksi.

Oleh karena itu, bayi kurang dari 3 bulan yang menunjukkan gejala infeksi, termasuk demam, perlu segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Selain itu, jika kondisi demam pada bayi disertai kejang, sesak napas, muntah, diare, muncul ruam, sangat rewel, dan demam berlangsung lebih dari 3 hari, sebaiknya dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. 

Download Aplikasi Fazzdoc Yuk!

Kamu bisa menemukan ribuan dokter serta rumah sakit terbaik untuk melalui aplikasi Fazzdoc! Temukan solusi kesehatanmu dengan mudah di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fazzdoc.app untuk Playstore dan https://apps.apple.com/id/app/fazzdoc-fazz-doctor-booking/id1499323746 untuk App Store.

Share