3 Jenis Masker untuk Mencegah Virus Corona

Sumber foto : Freepik

Seiring dengan mewabahnya virus corona di Indonesia, masker menjadi salah satu barang yang langka di pasaran. Pilihan masker di pasaran pun beragam, sehingga fungsinya pun berbeda-beda. Saat ini, masker disarankan untuk mereka yang bepergian untuk mengantisipasi penularan virus corona. Oleh karena itu, masyarakat berbondong-bondong untuk membeli masker.

Meski begitu, penggunaan masker jauh lebih efektif jika digunakan oleh orang yang sakit untuk mencegah penularan kuman ke orang lain, ketimbang dipakai oleh orang yang sehat untuk melindungi diri dari penyakit. Namun, tidak semua jenis masker dapat menangkal virus. Ada beberapa masker yang hanya melindungi dari polusi udara saja. Jadi, masker apa saja sih yang dapat melindungi kamu dari virus corona? Yuk kenali jenis masker dan fungsinya di bawah ini! 

1. Masker Bedah

Hand holding  wearing protective mask ,covid-19 and coronavirus. Premium Photo

Sumber: Freepik

Masker ini merupakan salah satu masker yang paling dicari di tengah-tengah pandemi virus corona seperti sekarang ini. Selain harganya yang terjangkau, masker bedah pun mudah ditemukan di sekitar kita. Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang dapat digunakan masyarakat umum dan tenaga medis. Masker bedah dapat kamu gunakan untuk mencegah penyebaran virus corona karena memiliki lapisan untuk menghalau percikan air liur.

Masker bedah memiliki 3 lapisan yang berbeda, yaitu lapisan luar yang antiair, lapisan tengah sebagai filter kuman, dan lapisan dalam yang menyerap cairan yang keluar dari mulut. Masker bedah harus memiliki tingkat penyaringan sebesar 80 persen atau lebih dan memiliki 3 fungsi dari lapisan tersebut untuk mencegah infeksi penyakit menular seperti virus corona. Masker bedah dirancang untuk menjaga pemakainya dari tetesan partikel besar atau percikan air mulut seseorang yang jaraknya dekat dengan pemakai. Pastikan kamu memakai masker dengan benar, ya! Masker bedah boleh dicopot dan dipakai lagi dalam satu hari asal tidak basah, tidak kotor, dan tidak rusak. Namun, pemakaiannya dibatasi sampai delapan jam. 

2. Masker N95 

Asian woman are going to work Premium Photo

Sumber: Freepik

Masker N95 jauh lebih efektif daripada masker bedah untuk mencegah penularan infeksi virus corona. Masker N95 dikenal sebagai respirator udara untuk melindungi pemakainya dari partikel berbahaya. Masker ini cenderung lebih mahal dari masker bedah, namun masker N95 lebih unggul untuk menghalau partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus dan menghalau percikan air liur. Masker N95 terasa lebih ketat pada wajah karena telah didesain untuk menutupi hidung dan mulut orang dewasa. Masker ini tidak disarankan untuk penggunaan sehari-hari karena desainnya yang membuat si pemakai sulit bernapas, gerah, dan tidak betah memakainya dalam jangka waktu yang lama. Masker ini memiliki efisiensi penyaringan 95 persen jika digunakan dengan benar.

Masker ini efektif untuk menyaring partikel dan patogen yang berdiameter 0,3 mikron. Filter masker N95 terbuat dari bahan yang sangat tebal dan sulit disentuh. Masker ini lebih diperuntukkan bagi petugas kesehatan yang menangani virus corona mengingat petugas kesehatan paling berisiko terinfeksi virus karena kontak langsung dengan pasien. Untuk masker N95, dianjurkan memperpanjang waktu penggunaannya sampai delapan jam. Jika masker terkena percikan darah, atau tindakan yang meregenerasi aerosol, masker harus diganti. Jika tidak, masih bisa digunakan dan masih bisa disterilisasi. 

3. Masker Perlindungan FFP

Moldex 2400 Klassiker FFP2 NR D Respiratory Mask (20 Piece ...

Sumber: Amazon

Masker ini mungkin tidak terdengar familiar, namun masker ini dapat memberi kenyamanan penggunanya untuk bernapas terutama yang untuk mereka yang kesulitan bernapas saat memakai masker. Masker ini dibagi menjadi 3 tingkat penyaringan, yaitu FFP1, FFP2, dan FFP3. FFP1 dapat menyaring sebanyak 80% partikel yang ada di udara, FFP2 dapat menyaring 94% partikel udara, dan FFP3 dapat 99% partikel di udara.

Masker FFP1 masih lebih baik daripada masker bedah, tapi tidak dapat melindungi pemakainya dari virus. Kemudian, masker FFP2 memberi perlindungan lebih baik namun tidak dapat melindungi dari virus. Hanya masker FFP3 yang secara efektif memberi perlindungan penuh dari cairan, molekul protein, virus, bakteri, jamur dan spora dan partikel debu yang sangat berbahaya, seperti serat abses. Jadi, masker FFP3 dapat melindungi pemakainya dari infeksi virus, tidak seperti masker bedah biasa. 

Share